Bitcoin Menguat Terbatas, Kembali di Level 70.000 Dollar AS
Grafik pergerakan harga BTC selama 24 jam terakhir (KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI COINMARKETCAP )
08:32
9 Februari 2026

Bitcoin Menguat Terbatas, Kembali di Level 70.000 Dollar AS

- Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan penguatan harian lebih dari 2 persen dan kembali bertengger di atas 70.000 dollar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data CoinMarketCap Senin (9/2/2026), Bitcoin diperdagangkan di kisaran 70.457,34 dollar AS, menguat 2,13 persen dalam 24 jam terakhir. Adapun volume transaksi harian sekitar 40,15 miliar dollar AS.

Meski mencatat kenaikan harian, harga Bitcoin masih tertekan 9,18 persen dalam tujuh hari, 22,11 persen untuk 30 hari, dan 33,42 persen dalam 90 hari. Kapitalisasi pasar BTC berada di 1,40 triliun dollar AS, dengan dominasi pasar 58,82 persen, menegaskan posisinya sebagai aset kripto terbesar.

Baca juga: Insiden Salah Transfer Bitcoin di Bithumb, Regulator Korsel Turun Tangan

Di jajaran aset kripto terbesar lainnya, Ethereum berada di posisi kedua dengan harga sekitar 2.083 dollar AS, menguat tipis 0,20 persen. Kapitalisasi pasar Ethereum sekitar 251,5 miliar dollar AS.

Stablecoin Tether (USDT) berada di 0,9996 dollar AS, naik tipis 0,03 persen, sementara USD Coin (USDC) di level 1,0001 dollar AS, menguat 0,02 persen. Sementara itu, XRP diperdagangkan 1,43 dollar AS, menguat 0,83 persen.

Berbeda arah, BNB terkoreksi 1,30 persen ke level 638 dollar AS, sedangkan Solana melemah 0,44 persen ke kisaran 86,94 dollar AS.

Harga Bitcoin sempat anjlok di bawah 61.000 dollar AS, seiring meningkatnya gejolak pasar global yang memperdalam aksi jual aset berisiko. Koreksi tajam ini telah menghapus seluruh kenaikan harga Bitcoin sejak terpilihnya kembali Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya memicu gelombang spekulasi besar-besaran di pasar kripto.

Berdasarkan data Bloomberg sebelumnya, Bitcoin sempat merosot hingga 4,8 persen ke level 60.033 dollar AS pada Jumat pekan lalu. Penurunan tersebut memperpanjang tren pelemahan dan menyeret harga Bitcoin ke posisi terendah sejak Oktober 2024.

Baca juga: JPMorgan: Bitcoin Lebih Menarik dari Emas dalam Jangka Panjang

Aksi jual masif ini telah memangkas hampir separuh nilai Bitcoin dibandingkan rekor tertingginya yang dicapai sekitar empat bulan lalu, serta menjalar ke aset kripto lain, produk ETF terkait, hingga perusahaan-perusahaan yang menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar.

Koreksi ini menandai pembalikan tajam dari reli pesat Bitcoin sepanjang tahun lalu, ketika kembalinya presiden AS yang dikenal ramah terhadap kripto. Namun, pasar mulai retak sejak awal bulan ini, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik yang mengguncang pasar keuangan global dan menekan selera risiko investor.

Tekanan tersebut memicu penurunan tajam Bitcoin sejak pertengahan Januari, sekaligus menciptakan siklus jual berantai. Sejumlah dana terpaksa melikuidasi aset untuk memenuhi penarikan dana investor dan menutup posisi berleverage, sehingga memperparah pelemahan harga.

“Ketakutan dan ketidakpastian di pasar sangat terasa,” ujar Chris Newhouse, Head of Business Development Ergonia.

Menurutnya, tanpa kehadiran pembeli berbasis keyakinan yang berani menyerap tekanan jual, setiap gelombang penarikan dana dari ETF dan likuidasi justru memperbesar tekanan penurunan harga dan membuat investor bersikap semakin defensif.

Tag:  #bitcoin #menguat #terbatas #kembali #level #70000 #dollar

KOMENTAR