Purbaya Tak Gubris Outlook Negatif Moody’s, Pemerintah Tetap Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )
08:20
9 Februari 2026

Purbaya Tak Gubris Outlook Negatif Moody’s, Pemerintah Tetap Pacu Pertumbuhan Ekonomi

- Penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service dari stabil menjadi negatif tidak menggoyahkan keyakinan pemerintah terhadap arah perekonomian nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menilai penilaian tersebut tidak perlu terlalu dihiraukan karena kondisi fundamental ekonomi Indonesia dinilai sedang membaik dan bergerak lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.

Purbaya menegaskan, penurunan outlook tersebut tidak mencerminkan pelemahan ekonomi secara struktural. Menurutnya, kondisi itu justru menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia telah berbalik arah dan mulai pulih dengan laju yang lebih cepat.

“Ya biar saja seperti itu. Itu justru menjelaskan ekonomi kita sudah berbalik arah, lebih cepat daripada sebelumnya. Ke depan akan membaik juga, lebih bagus lagi, pertumbuhan akan lebih cepat,” ujar Purbaya kepada awak media di Kementerian Keuangan, Jumat (6/2/2026).

Ia optimistis kinerja ekonomi nasional akan terus menunjukkan perbaikan ke depan. Meski masih terdapat keraguan dari sejumlah pihak terhadap berbagai program pemerintah, Purbaya meyakini pertumbuhan ekonomi akan tetap berlanjut dan keraguan tersebut akan memudar seiring dengan membaiknya realisasi kinerja ekonomi.

Baca juga: Airlangga Minta Danantara Jelaskan Arah Fiskal RI ke Moodys

Fokus jaga defisit dan dorong mesin pertumbuhan

Purbaya menjelaskan, pada dasarnya lembaga pemeringkat kredit seperti Moody’s menilai dua aspek utama, yakni kemampuan dan kemauan suatu negara dalam membayar kewajiban utangnya.

Dalam dua aspek tersebut, Indonesia dinilai telah memenuhi keduanya sehingga tidak terdapat persoalan mendasar yang perlu dikhawatirkan.

Menurutnya, kekhawatiran yang muncul lebih bersifat jangka pendek dan dipengaruhi oleh sikap kehati-hatian sebagian pelaku pasar.

Selama fondasi ekonomi terus menguat, terutama tercermin dari kinerja ekonomi kuartal IV yang dinilai solid, tidak ada alasan untuk meragukan komitmen maupun kemampuan Indonesia dalam memenuhi kewajiban fiskalnya.

Bahkan, Purbaya menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain, terutama dari sisi rasio utang yang masih terjaga. Karena itu, ia menegaskan tidak ada dasar kuat untuk bersikap pesimistis terhadap arah perekonomian nasional.

Meski mengaku tidak terlalu mempersoalkan outlook negatif tersebut, Purbaya memastikan pemerintah tetap fokus menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: BI dan OJK: Penurunan Outlook Moodys Tidak Cerminkan Fundamental RI

Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi berbagai program strategis, termasuk kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Purbaya memastikan seluruh program pemerintah akan dijalankan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran agar benar-benar memberikan dampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Pasti kita akan memastikan ekonomi berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Program MBG kita pastikan berjalan tepat sasaran, efektif, dan efisien,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pengendalian anggaran. Purbaya menyebutkan, DPR telah memberikan ruang bagi Kementerian Keuangan untuk mencermati penggunaan anggaran kementerian dan lembaga secara menyeluruh.

Evaluasi akan dilakukan satu per satu untuk memastikan belanja negara tepat sasaran, tepat waktu, dan meminimalkan potensi pemborosan, termasuk di tingkat pemerintah daerah.

“Yang mereka khawatirkan itu sebenarnya bukan soal defisit, tapi takut defisit melebar. Padahal mereka tahu saya bisa kendalikan dengan baik,” kata Purbaya.

Ke depan, APBN akan terus diarahkan berfungsi sebagai katalis pertumbuhan, dengan fokus pada program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, layanan kesehatan, ketahanan pangan, perumahan rakyat, serta penguatan layanan publik.

Pemerintah meyakini, dengan pertumbuhan yang membaik dan defisit yang tetap terkendali, arah kebijakan fiskal Indonesia berada di jalur yang tepat.

Tag:  #purbaya #gubris #outlook #negatif #moodys #pemerintah #tetap #pacu #pertumbuhan #ekonomi

KOMENTAR