Layanan Komuter Dominan, Penumpang KAI Naik Tajam di 2025
Ilustrasi KRL Commuter Line.(WIKIMEDIA COMMONS/DESTA231206)
08:40
9 Februari 2026

Layanan Komuter Dominan, Penumpang KAI Naik Tajam di 2025

PT Kereta Api Indonesia atau KAI mencatat lonjakan jumlah penumpang sepanjang 2025. Total pengguna mencapai 442,1 juta orang, naik 36,1 juta dibanding 2024 yang tercatat 406 juta penumpang.

“Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan seiring aktivitas sosial dan ekonomi yang terus bergerak dinamis,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Minggu (9/2/2026).

Anne menyebut kontribusi terbesar berasal dari layanan angkutan perkotaan KAI Group. Layanan tersebut mayoritas dikelola KAI Commuter.

Baca juga: Mulai 1 Februari 2026, Commuter Line Bandung Raya Beroperasi sampai Stasiun Cicalengka

Sepanjang 2025, KAI Commuter melayani 400,7 juta pengguna. Jumlah ini meningkat dari 374,4 juta pengguna pada 2024. Layanan tersebar di sejumlah kawasan metropolitan dan aglomerasi yang menjadi pusat pergerakan harian masyarakat.

Wilayah Jabodetabek menjadi penyumbang terbesar. Commuter Line Jabodetabek melayani 349,3 juta pengguna sepanjang 2025. Angka ini mencerminkan tingginya mobilitas harian masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Wilayah Jawa Barat mencatat 18,7 juta pengguna melalui Commuter Line Area II Bandung. Layanan ini menopang pergerakan harian masyarakat Bandung Raya dan sekitarnya.

Wilayah Jawa Timur mencatat 16 juta pengguna melalui Commuter Line Area VIII Surabaya. Kenaikan sejalan dengan aktivitas ekonomi dan perjalanan harian kawasan Surabaya dan kota penyangga.

Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya mencatat 9 juta pengguna melalui Commuter Line Area VI Yogyakarta. Layanan ini menjadi bagian penting mobilitas harian masyarakat, mahasiswa, dan wisatawan.

Koridor Yogyakarta–Solo juga dilayani KA Prameks. Sepanjang 2025, layanan ini mengangkut 1,1 juta pengguna dan mendukung mobilitas regional jarak menengah.

Baca juga: Layanan Commuter Line Supas Berpeluang Diperpanjang ke Probolinggo

Wilayah Banten mencatat 4,4 juta pengguna melalui Commuter Line Rangkasbitung–Merak. Layanan ini menghubungkan wilayah barat Banten dengan simpul transportasi laut dan kawasan industri.

Konektivitas bandara di Jakarta dilayani Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta. Sepanjang 2025, layanan ini melayani 2,3 juta pengguna, mencakup penumpang pesawat, pekerja bandara, dan perjalanan bisnis.

Selain layanan komuter, KAI Group juga mengoperasikan LRT Jabodebek. Sepanjang 2025, layanan ini melayani 28,8 juta pengguna, naik dari 21 juta pengguna pada 2024.

LRT Jabodebek memperkuat konektivitas kawasan hunian Bekasi, Depok, dan Jakarta Timur dengan pusat bisnis serta simpul transportasi lain.

Konektivitas menuju bandara juga diperkuat layanan kereta bandara. Layanan kereta menuju Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA melayani 2,8 juta pengguna sepanjang 2025. Jumlah ini meningkat dari 2,7 juta pengguna pada 2024.

Layanan YIA terdiri dari skema PSO dengan tarif terjangkau serta layanan komersial YIA Xpress dengan waktu tempuh lebih singkat.

Wilayah Solo Raya dan Yogyakarta juga dilayani KA BIAS. Layanan ini menghubungkan kawasan perkotaan dengan Bandara Internasional Yogyakarta melalui jalur rel eksisting. Sepanjang 2025, KA BIAS melayani 769.490 pengguna, melonjak dari 192.187 pengguna pada 2024.

Wilayah Sumatera Utara dilayani KA Srilelawangsa. Layanan ini menghubungkan pusat Kota Medan dengan Bandara Kualanamu sekaligus melayani perjalanan komuter. Sepanjang 2025, jumlah pengguna mencapai 4,1 juta orang, naik dari 3 juta pengguna pada 2024.

Kota Palembang dilayani LRT Sumatera Selatan. Sepanjang 2025, layanan ini melayani 4,6 juta pengguna, meningkat dari 4,3 juta pengguna pada 2024, dan menjadi tulang punggung transportasi publik perkotaan.

Wilayah Jawa Tengah dilayani KA Batara Kresna yang menghubungkan Solo dan Wonogiri. Sepanjang 2025, layanan ini mengangkut 179.697 pengguna, naik dari 126.188 pengguna pada 2024.

“Sepanjang 2025, angkutan perkotaan KAI Group menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat di berbagai wilayah,” ujar Anne.

“Peningkatan jumlah pengguna ini mencerminkan kebutuhan mobilitas yang semakin terhubung dan menjadi landasan bagi KAI Group untuk terus meningkatkan kualitas layanan, kenyamanan perjalanan, serta integrasi antarmoda,” tegas Anne.

Tag:  #layanan #komuter #dominan #penumpang #naik #tajam #2025

KOMENTAR