DUAAAARRR Detik-detik Flare Maut Hantam Emil Audero, Terdengar Ledakan Keras!
Emil Audero (Cremona)
08:54
2 Februari 2026

DUAAAARRR Detik-detik Flare Maut Hantam Emil Audero, Terdengar Ledakan Keras!

Baca 10 detik
  • Oknum fans Inter kehilangan tiga jari akibat kembang api yang meledak di tangannya sendiri.

  • Kiper Emil Audero mengalami luka bakar ringan namun tetap melanjutkan laga hingga selesai.

  • Beppe Marotta mengecam tindakan pelaku dan meminta maaf secara resmi kepada warga Cremonese.

Kericuhan pecah di tribun penonton saat Inter Milan bertamu ke markas Cremonese di Stadion Giovanni Zini.

Seorang pendukung tim tamu mengalami nasib tragis setelah kembang api yang dibawanya meledak di tangan.

Insiden ini bermula ketika sebuah benda tajam berupa kembang api meluncur ke arah kiper Emil Audero.

Wasit terpaksa menghentikan jalannya laga karena asap tebal mulai menyelimuti area kotak penalti tim tuan rumah.

Laporan medis menyebutkan bahwa pelaku pelemparan tersebut harus kehilangan tiga jari tangannya akibat ledakan sendiri.

Kondisi Terkini Kiper Emil Audero

Kiper andalan Cremonese, Emil Audero, sempat menjadi sasaran utama ledakan pertama yang dilempar dari tribun.

Meskipun terkena ledakan, penjaga gawang tersebut menunjukkan profesionalisme luar biasa dengan tetap melanjutkan pertandingan hingga usai.

Audero dilaporkan menderita luka bakar ringan serta goresan kecil pada bagian kakinya akibat percikan api tersebut.

"Pertandingan di Stadio Giovanni Zini sempat dihentikan sementara ketika terdengar ledakan keras dan asap memenuhi udara, saat sebuah kembang api yang dilemparkan dari tribun pendukung Inter mengenai Audero," tulis Football Italia.

Kepanikan sempat melanda rekan setimnya saat melihat asap mengepul tepat di posisi berdiri sang penjaga gawang.

Tim medis segera memastikan bahwa kondisi fisik Audero tidak mengalami gangguan serius yang membahayakan kariernya.

Kronologi Ledakan Kedua di Tribun
Ketegangan meningkat ketika ledakan kedua terdengar sangat keras dari arah kerumunan pendukung fanatik tim Nerazzurri.

Ledakan susulan ini ternyata terjadi tepat di genggaman sang oknum suporter sebelum sempat dilemparkan kembali.

Para saksi di lapangan melihat kekacauan terjadi di tengah kerumunan penonton saat pelaku mulai bersimbah darah.

Kejadian tersebut memicu kemarahan dari sesama pendukung Inter yang merasa dirugikan oleh tindakan ceroboh individu tersebut.

Suporter lain merasa tindakan pelemparan itu tidak hanya membahayakan pemain, tetapi juga merusak reputasi klub mereka.

Identifikasi Pelaku di Rumah Sakit

Pihak keamanan berhasil mengidentifikasi identitas pria tersebut setelah ia dilarikan ke pusat medis terdekat di Cremona.

Berdasarkan laporan media lokal La Gazzetta dello Sport, luka permanen pada tangan menjadi bukti kuat keterlibatannya.

Pria tersebut kini menghadapi proses hukum serius dan kemungkinan besar akan dilarang masuk stadion seumur hidup.

Otoritas setempat sedang mempertimbangkan untuk memberikan sanksi larangan tandang bagi seluruh basis pendukung Inter Milan.

Langkah tegas ini diambil demi menjamin keamanan para atlet dan penonton lain di masa mendatang.

Pernyataan Resmi Manajemen Inter Milan

Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, segera mengambil langkah cepat untuk meredam kemarahan publik setelah kejadian memalukan ini.

Marotta secara terbuka menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam atas perilaku buruk yang ditunjukkan oleh oknum suporter tersebut.

Pihak manajemen klub menegaskan bahwa mereka tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan di dalam lingkungan olahraga.

Permohonan maaf secara resmi juga disampaikan kepada seluruh warga Cremona yang merasa terganggu atas kerusuhan tersebut.

“Presiden Beppe Marotta mencoba mengantisipasi situasi dengan secara terbuka mengutuk pelaku perundungan dan meminta maaf kepada pendukung Cremona.”

Dampak Sanksi Bagi Pendukung Nerazzurri

Kini nasib ribuan pendukung setia Inter Milan berada di ujung tanduk terkait izin menonton pertandingan tandang.

Kepolisian masih melakukan investigasi mendalam untuk melihat apakah ada keterlibatan kelompok lain dalam insiden ini.

Kehilangan tiga jari merupakan konsekuensi fisik yang sangat berat bagi pelaku di samping hukuman penjara.

Manajemen Inter berkomitmen penuh untuk membantu pihak berwenang dalam membersihkan tribun dari elemen-elemen suporter anarkis.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pecinta sepak bola tentang bahaya membawa kembang api.

Evaluasi Keamanan Stadion Giovanni Zini

Pihak penyelenggara liga juga menyoroti sistem pengamanan di pintu masuk Stadion Giovanni Zini yang kebobolan bahan peledak.

Ke depannya, pemeriksaan terhadap barang bawaan penonton akan diperketat berkali-kali lipat demi mencegah kejadian serupa terulang.

Stadion sepak bola seharusnya menjadi tempat yang aman bagi keluarga dan juga para pemain profesional di lapangan.

Insiden hilangnya jari tangan ini akan selalu diingat sebagai potret kelam perilaku suporter di liga Italia.

Semua pihak berharap agar rivalitas hanya terjadi selama sembilan puluh menit di atas lapangan hijau saja.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #duaaaarrr #detik #detik #flare #maut #hantam #emil #audero #terdengar #ledakan #keras

KOMENTAR