Kurzawa Bukan Anak Emas di Persib, Harus Bersaing dengan Dewangga
Bintang sepak bola asal Perancis Layvin Kurzawa, direkrut Persib Bandung untuk menghadapi putaran kedua Super League 2025-2026.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menegaskan tidak ada perlakuan berbeda terhadap Layvin Kurzawa.
Layvin Kurzawa adalah eks bintang Paris Saint-Germain (PSG) yang pernah meraih lima gelar Ligue 1.
Ia pernah satu tim dengan Lionel Messi, Neymar Jr, Kylian Mbappe, dan Edinson Cavani.
Hodak mengatakan Kurzawa menandatangani kontrak singkat di Persib. Jika Kurzawa ingin tampil, maka dirinya perlu menyamai atau bahkan melebihi level kebugaran pemain yang sebelumnya menempati starter tim.
Pada posisi Kurzawa, Alfeandra Dewangga belakangan mampu menunjukkan kualitasnya.
Karena itu, Kurzawa tak serta merta jadi anak emas Persib. Ia harus menunjukkan bahwa dirinya cukup fit untuk bertarung memperebutkan posisi bek kiri Maung Bandung.
Baca juga: Agenda Layvin Kurzawa dan Dion Markx Jalani Latihan dan Debut di Persib
“Tidak terlalu (perlakukan khusus). Lihat, dia datang ke sini dan dia ingin bermain, jadi dia harus lebih baik dari para pemain yang sudah berada di sini sebelumnya,” kata Hodak.
“Di manapun, selalu seperti itu. Satu hal adalah dia sudah berusia 32 tahun jadi perlakuannya tentu berbeda dengan anak muda berusia 18 tahun. Tapi di lapangan dan di latihan, semua mendapat perlakuan yang sama,” papar Hodak.
Hodak juga perlu menghormati pemain senior yang telah menunjukkan kualitasnya di level sepak bola Eropa. Kurzawa juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas Liga Indonesia.
Jangan lupakan Persib saat ini bermain di kancah Asia, yakni babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026. Kurzawa diharapkan bisa banyak membantu Maung Bandung di level itu.
Baca juga: Koneksi Perancis di Persib, Andrew Jung Sebut Kurzawa Pemain Besar
Dewangga Atau Kurzawa, Hodak Butuh Keduanya
Pemain berlabel Timnas Indonesia Alfeandra Dewangga akui kompetitifnya persaingan di dalam tim Persib Bandung.
Dewangga telah menunjukkan kepada Bojan Hodak bahwa ia juga merupakan rekrutan bagus untuk Persib musim ini.
Pada beberapa laga terakhir ia tampil sebagai starter di Persib. Hingga kemudian datang Kurzawa yang tentunya bakal meramaikan persaingan di pos bek kiri.
Hodak menjelaskan bagaimana konsep timnya bekerja. Kedalaman tim sangat dibutuhkan.
Persaingan Sehat
Ia perlu dua pemain hebat di setiap posisi sehingga memungkinkan rotasi berjalan seimbang saat jadwal padat.
“Lihat, kami memiliki banyak pertandingan, jadi di setiap posisi diperlukan dua pemain. Jika Anda ingat, pada putaran pertama lalu, kenapa saya katakan pemain 'mati' saat melawan Malut United,” tututr Hodak.
“Lalu dalam dua-tiga laga terakhir kami tidak terlihat bermain dengan bagus, itu karena kami kelelahan. Kami kelelahan karena bermain tujuh laga lebih banyak dari klub lain. Mereka dalam tiga setengah bulan bermain 17 kali, kami bermain 24 kali. Jadi ini tidak sama,” bebernya.
Baca juga: Persib Percaya Kualitas Layvin Kurzawa, Dion Markx Masa Depan Tim
Bagi Hodak tak masalah ketika pemain bersaing secara sehat untuk dapat tempat utama.
Namun, mereka perlu saling mendukung. Siapa pun yang dimainkan harus menunjukkan kelayakan.
“Itu alasannya kami harus memiliki roster yang bagus, supaya bisa mengubah susunan pemain dan merotasinya. Ini juga yang saya katakan kenapa kami tidak peduli dengan siapa yang mencetak gol.”
“Klub lain mungkin bergantung ke satu-dua pemain, kami punya 10 pemain yang bisa mencetak gol yang mana ini penting,” imbuhnya.
Tag: #kurzawa #bukan #anak #emas #persib #harus #bersaing #dengan #dewangga