Jakarta Selatan Lumbung Pembinaan Sepak Bola DKI, Tempa Talenta untuk Timnas Indonesia
- Pembinaan sepak bola usia dini adalah kunci keberhasilan timnas Indonesia kelak. Hal ini terus digalakkan oleh PSSI, baik pusat maupun daerah via asosiasi provinsi (asprov), asosiasi kabupaten (askab), dan asosiasi kota (askot).
Salah satu daerah yang konsisten di bidang pembinaan sepak bola usia dini yaitu Jakarta Selatan.
Sejumlah nama beken berlabel timnas Indonesia seperti Andritany Ardhiyasa, Egy Maulana Vikri, dan Muhammad Ferrari ditempa di sini.
Konsistensi Jakarta Selatan menelurkan calon pemain timnas Indonesia ditunjang dengan keberadaan dia akademi sepak bola ternama, yakni ASIOP dan Asiana, plus Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPKP) Ragunan.
Khusus ASIOP, mereka telah naik level menjadi klub semi-profesional, sehingga berhak mengikuti kompetisi resmi bertajuk Liga 4. ASIOP rutin mewakili DKI Jakarta di putaran nasional sejak debut pada edisi 2021-2022.
Memori Emas 2022
Ada pun puncak kesuksesan Jakarta Selatan di sektor pembinaan sepak bola usia dini terjadi pada 2022. Trofi Piala Soeratin tiga kategori usia berbeda (U13, U15, U17) nyaris disapu bersih.
Asiana Soccer School menjuarai kategori U13, kemudian ASIOP merajai kategori U15. Satu wakil lainnya, PSJS Jakarta Selatan, membawa pulang medali perak usai ditekuk Bhayangkara FC di final kategori U17.
"Jakarta Selatan ini bisa dibilang kiblatnya sepak bola DKI Jakarta," kata Plt Sekjen Asprov PSSI DKI Jakarta, Fauzan Ryu, saat ditemui di sela-sela Kongres Biasa Askot PSSI Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
"Banyak pemain hebat lahir di sini. Terakhir ada Muhammad Ferrari. Saya pikir sistem kompetisi usia muda berjenjang yang sudah cukup rapi ini harus dipertahankan," ujarnya.
Masalah Klasik Lapangan Ideal
Berbicara soal sistem kompetisi usia muda di Jakarta Selatan tak lepas dari peran sentral Try Joko Susilo selaku Ketua Umum Askot PSSI Jaksel dia periode terakhir. Masa jabatannya berakhir pada Januari 2026.
Namun, Try Joko Susilo rupanya mendapatkan mandat untuk bekerja sebagai Plt selama enam bulan ke depan dikarenakan kekosongan posisi pimpinan resmi Asprov PSSI DKI Jakarta yang seharusnya berwenang menunjuk Ketua Umum Askot PSSI Jaksel baru.
Selama masa kepemimpinannya, terdapat satu permasalahan klasik yang selalu saja berulang. Apa lagi kalau bukan keterbatasan sarana dan prasarana lapangan untuk kebutuhan memutar kompetisi sepak bola usia muda.
Saat ini baru satu lapangan sintetis yang memenuhi standar di Jagakarsa, namun kondisinya mulai rusak akibat penggunaan berlebih.
Sementara itu, lima lapangan milik Sudipora Jakarta Selatan belum mengalami peningkatan signifikan.
“Memang ada satu lapangan di Sukatani, Pasar Minggu, yang sedang dalam proses pemasangan rumput sintetis, tetapi belum jelas kapan bisa digunakan,” katanya.
Try Joko Susilo berharap kelak PSSI Jakarta Selatan bisa mendapatkan prioritas penggunaan lapangan, mengingat peran kompetisi sebagai penggerak utama pembinaan prestasi sepak bola.
Tag: #jakarta #selatan #lumbung #pembinaan #sepak #bola #tempa #talenta #untuk #timnas #indonesia