Persebaya Bangkit di Paruh Musim, Bernardo Tavares Bawa Optimisme Baru
Pekan ke-17 Super League 2025-2026 melawan Malut United menjadi laga debut pelatih baru Persebaya Surabaya Bernardo Tavares yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (10/1/2026) sore.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
21:52
21 Januari 2026

Persebaya Bangkit di Paruh Musim, Bernardo Tavares Bawa Optimisme Baru

- Persebaya Surabaya perlahan menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di Super League 2025–2026.

Setelah sempat terseok-seok pada awal musim dengan lima laga beruntun tanpa kemenangan, tim beralias Bajul Ijo kini menatap putaran kedua dengan optimisme yang lebih besar.

Perubahan arah Persebaya mulai terasa sejak kehadiran Bernardo Tavares sebagai pelatih baru.

Sentuhannya membawa Persebaya menemukan kembali ritme permainan dan kepercayaan diri.

Bruno Moreira dkk mencatatkan tiga kemenangan beruntun menjelang berakhirnya putaran pertama lalu.

Persebaya membuka kebangkitan dengan kemenangan telak atas Persijap Jepara (4-0), dilanjutkan kemenangan tipis atas Madura United (1-0), serta hasil impresif dengan menumbangkan Malut United (2-1).

Rangkaian hasil tersebut mengantarkan Persebaya menutup putaran pertama di posisi ke-7 dengan perolehan 28 poin.

Dari 17 laga yang sudah dijalani, Bajul Ijo meraih tujuh kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Selisih poin Persebaya dengan Malut United yang berada di peringkat empat pun tak terlalu jauh, hanya enam angka.

Tavares Tetap Rendah Hati

Meski kehadirannya kerap disebut sebagai faktor utama kebangkitan Persebaya, Bernardo Tavares memilih merespons dengan santai.

Ia menegaskan bahwa misi utamanya adalah mengembalikan marwah Persebaya sebagai klub besar yang dapat bersaing di papan atas kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo yang pernah dia rasakan saat bertamu bersama klub sebelumnya, PSM Makassar, menjadi salah satu alasan keyakinan Tavares menangani Persebaya.

“Saya harap begitu (performa meningkat), karena itulah alasan saya datang. Saya pikir Persebaya adalah klub besar, saya merasakan itu ketika datang ke sini sebagai pelatih lawan,” ujar pelatih asal Portugal itu.

Menurutnya, konsistensi performa di putaran kedua Super League 2025-2026 mendatang hanya bisa dicapai jika seluruh elemen tim berjalan seimbang.

Harmoni tidak hanya perlu dijaga pemain dan tim pelatih, tetapi juga manajemen serta suporter.

Pemain Persebaya Surabaya Bruno Moreira saat laga pekan ke-17 Super League 2025-2026 melawan Malut United yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (10/1/2026) sore.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain Persebaya Surabaya Bruno Moreira saat laga pekan ke-17 Super League 2025-2026 melawan Malut United yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (10/1/2026) sore.

“Kami harus memiliki keseimbangan, saya ingin para pendukung datang dan menikmati pertandingan bersama para pemain. Memberi energi tambahan agar mereka merasa nyaman, menikmati permainan, dan tidak takut membuat kesalahan,” kata Bernardo Tavares.

“Jika mereka merasakan itu, mereka akan menjadi tim yang lebih baik,” imbuhnya.

Antusiasme Bonek Jadi Alasan Kuat Tavares Menerima Tantangan

Tetap melatih di Indonesia sebenarnya tidak pernah ada dalam rencana awal Bernardo Tavares usai berpisah dengan PSM.

Semula, ia sempat ingin mencari pengalaman di kompetisi negara lain.

Namun, besarnya antusiasme suporter Persebaya, serta gagasan yang ditawarkan manajemen klub membuatnya mengubah keputusan.

Tekanan besar yang melekat pada klub dengan basis pendukung fanatik justru menjadi daya tarik tersendiri baginya.

“Saya menyukai antusiasme para pendukung. Jujur saja, ketika saya meninggalkan PSM Makassar, saya tidak membayangkan akan kembali ke Indonesia secepat ini,” kata Bernardo Tavares.

“Namun undangan dari manajemen Persebaya, ide-ide yang mereka sampaikan, serta para pendukung yang saya lihat, mengubah pikiran saya,” pungkasnya.

Tag:  #persebaya #bangkit #paruh #musim #bernardo #tavares #bawa #optimisme #baru

KOMENTAR