Aji Santoso Kenang Kuncoro, Guyonan Terakhir di Grup WhatsApp
- Duka mendalam menyelimuti dunia sepak bola Indonesia seiring kepergian asisten pelatih Arema FC, Kuncoro yang meninggal dunia, Minggu (18/1/2026) sore.
Legenda sepak bola asal Malang itu berpulang setelah kolaps di pinggir lapangan saat mengikuti charity game sebagai perayaan satu abad Stadion Gajayana Kota Malang.
Kepergian Kuncoro meninggalkan kesedihan mendalam bagi banyak pihak, salah satunya pelatih sekaligus mantan pemain sepak bola Indonesia yang saat ini menjadi pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso.
“Saya sama mantan-mantan pemain bola semuanya itu dekat, tapi jujur untuk Kuncoro ini paling sering berkomunikasi dengan saya,” kata mantan pemain dan pelatih timnas Indonesia itu kepada Kompas.com.
Ia mengenang, beberapa jam sebelum kejadian tragis itu, Kuncoro masih aktif bercanda di grup WhatsApp bersama para mantan pemain lainnya.
Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro.
Masih Bercanda di Grup WhatsApp
Tidak ada prasangka sedikit pun bahwa obrolan ringan tersebut akan menjadi kenangan terakhir.
“Bahkan sebelum sore main, jam 10 pagi kita masih guyon-guyon di grup, enggak taunya kalau itu guyonan terakhirnya,” imbuhnya.
Dalam percakapan tersebut, ia juga sempat melontarkan candaan yang juga berisi nasihat agar seluruh anggota grup lebih berhati-hati mengingat masuk usia lanjut.
“Saya sempat sampaikan, ‘jangan sering-sering main bola sudah umur dan ati-ati’. Guyonannya di grup itu gitu terus, sampai saya bilang, ‘saiki tuwek-tuwek sik balbalan terus opo mbien pemain cadangan terus, ga main inti rupane’ saya bilang begitu,” tutur Aji Santoso.
Menurutnya, kecintaan Kuncoro terhadap sepak bola sudah melekat kuat. Bahkan di saat libur bersama klubnya sekalipun ia tetap bergairah bermain bola.
“Memang Kuncoro ini bisa dikatakan maniak main bola. Tidak pernah berhenti main. Diajak main bola mesti berangkat ke mana saja berangkat,” sambungnya.
Untuk itu atas kepergian Kuncoro pun terasa sangat personal bagi pelatih berlisensi AFC Pro itu. Sebab meski tidak selalu berada dalam satu klub, komunikasi mereka terjalin sangat intens, terutama membahas sepak bola.
“Saya pribadi merasa kehilangan dengan berpulangnya Kuncoro, semoga khusnul khotimah. Karena saya sangat dekat sekali dengan dia, komunikasi lebih intensif, ya diskusi, saling ngasih saran, terkait sepak bola pokoknya,” ujarnya.
Persahabatan Aji Santoso dan Kuncoro telah terjalin sejak lama, dimulai dari sama-sama masih aktif sebagai pemain.
Juara Bersama di Era Galatama
Keduanya bahkan pernah memperkuat klub yang sama dan mencatatkan prestasi bersama.
“Dia kan usianya di bawah saya, kita pernah satu klub saat main dan melatih. Pas jadi pemain kita pernah satu klub dan pernah merayakan jadi juara bersama Arema Malang di Galatama XII 1992-1993,” pungkas mantan pelati Persebaya Surabaya itu.
Seperti diketahui Kuncoro dikenal sebagai legenda Arema dengan perjalanan panjang di sepak bola Indonesia.
Selain menjadi pemain serbabisa di lini belakang dan tengah, ia juga pernah memperkuat Timnas Indonesia di Piala Kemerdekaan 1994 dan Piala Tiger 1998.
Setelah gantung sepatu, dedikasinya berlanjut di dunia kepelatihan, termasuk beberapa kali dipercaya menjadi pelatih caretaker klub berjuluk Singo Edan itu.
Tag: #santoso #kenang #kuncoro #guyonan #terakhir #grup #whatsapp