Menakar Peran Hulu Migas bagi Agenda Nasional hingga Kesejahteraan Masyarakat
Ilustrasi aktivitas produksi minyak dan gas bumi.(iSTOCK/zhengzaishuru)
19:16
27 Januari 2026

Menakar Peran Hulu Migas bagi Agenda Nasional hingga Kesejahteraan Masyarakat

- Pelaku industri di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) menjabarkan perannya dalam mendukung agenda swasembada energi nasional, penguatan kapasitas nasional, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, George N.M. Simanjuntak, menyampaikan bahwa kontribusi industri hulu migas tidak hanya tecermin melalui produksi migas dan penerimaan negara, tetapi juga melalui berbagai instrumen ekonomi dan sosial yang berkontribusi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Hal tersebut mencakup Dana Bagi Hasil (DBH), hingga program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang pada akhirnya turut mendorong terciptanya multiplier effect bagi perekonomian.

Baca juga: Transisi Energi Jalan, Migas Masih Jadi Penopang Ekonomi RI

“Selama ini kontribusi industri hulu migas hanya dari sisi penerimaan negara dan produksi saja. Padahal, jika dilihat secara utuh, terdapat berbagai efek berganda, mulai dari DBH hingga PPM yang berperan strategis dalam menjaga keberlanjutan operasi proyek hulu migas," kata dia dalam Media Briefing bertajuk Kontribusi Sektor Migas Bagi Indonesia, Selasa (27/1/2026).

Oleh karena itu, ia menyebut, PPM harus dipahami sebagai bagian integral dari instrumen kontribusi industri, atau investasi sosial jangka panjang.

Pengembangan Masyarakat harus Berdampak Jangka Panjang

George menjelaskan bahwa SKK Migas saat ini tengah melakukan transformasi menyeluruh terhadap pendekatan PPM yang ada, dari sebelumnya didominasi bantuan sesaat (berorientasi jangka pendek) menjadi investasi sosial strategis yang terencana, terukur, dan berdampak jangka panjang.

Transformasi ini diawali dengan kajian bersama akademisi untuk mengevaluasi efektivitas program yang telah berjalan.

Hasilnya menunjukkan bahwa program PPM selama ini masih belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara jangka panjang.

Berdasarkan kajian akademis, George bilang, sebagian program PPM sebelumnya berorientasi jangka pendek, sehingga belum sepenuhnya mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

“PPM kami dorong menjadi bagian dari siklus operasi hulu migas yang sejajar dengan aspek teknis dan bisnis dalam rangka memperkuat social license to operate dan mendukung keberlanjutan pasokan energi,” ungkap dia.

Transformasi PPM dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan program yang lebih sistematis dengan pendekatan Logical Framework Approach (LFA), serta diperkuat dengan penambahan pilar strategis tata kelola dan penguatan kelembagaan.

Pendekatan ini didukung oleh social and business mapping untuk memastikan agar program tepat sasaran, selaras dengan prioritas pembangunan daerah, dan berorientasi pada kemandirian masyarakat, khususnya di wilayah ring-1 yang paling terdampak aktivitas hulu migas.

Pentingnya Perkuat Kapasitas Nasional

Sementara itu, Chairperson of IPA Supply Chain Committee, Kenneth Gunawan menekankan pentingnya penguatan kapasitas nasional melalui optimalisasi rantai pasok dalam negeri.

Ia menyebutkan bahwa perusahaan dalam negeri kini memegang peran signifikan dalam rantai pasok sektor hulu migas, sementara keterlibatan perusahaan modal asing difokuskan pada komoditas tertentu yang membutuhkan teknologi dan pengalaman tinggi.

“KKKS secara aktif melakukan asesmen, pengujian produk dalam negeri, serta pelaksanaan pilot project bersama SKK Migas untuk meningkatkan kapabilitas penyedia barang dan jasa nasional,” ujar dia.

Ia menambahkan tantangan utama masih berkaitan dengan kendala operasional dan keterbatasan pembiayaan proyek berskala besar yang berjalan secara simultan.

Kenneth juga menuturkan sektor hulu migas tetap memiliki peran krusial dalam menopang perekonomian dan ketahanan energi Indonesia, terutama di tengah fase transisi energi.

Industri Hulu Migas Dukung Agenda Transisi Energi

Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, yang hadir pada acara tersebut juga menjelaskan posisi sektor hulu migas saat ini. “Industri hulu migas berada pada fase penting untuk memastikan pasokan energi yang andal dan terjangkau, sembari mendukung agenda transisi energi,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar kontribusi sektor ini tetap optimal dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Indonesian Petroleum Association (IPA) bakal menggelar The 50th IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) pada 2026.

Gelaran sektor migas ini mempertemukan pemerintah, perusahaan migas, pelaku industri global, komunitas profesional, hingga akademisi.

IPA Convex 2026 akan digelar pada 20-22 Mei 2026 di ICE BSD City, Tangerang dengan mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth". Marjolijn menyampaikan, IPA Convex ke-50 tidak hanya sebagai ajang kumpul para pelaku industri, tetapi juga menjadi platform dialog nasional untuk menunjukkan secara transparan kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian, investasi, transfer pengetahuan, pembangunan daerah, dan ketahanan energi nasional. “Menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi dan agenda transisi energi akan menentukan keberlanjutan sektor hulu migas dan pencapaian swasembada energi Indonesia ke depan,” tutup dia.

Media Briefing bertajuk Kontribusi Sektor Migas Bagi Indonesia, Selasa (27/1/2026).KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Media Briefing bertajuk Kontribusi Sektor Migas Bagi Indonesia, Selasa (27/1/2026).

IPA Convex 2026 jadi Perhelatan ke-50

Ketua Panitia IPA Convex 2026 Hariadi Budiman mengatakan, perhelatan ke-50 ini menjadi momentum penting bagi industri migas untuk memperkuat kemitraan jangka panjang di sektor energi Indonesia.

Edisi emas ini menegaskan peran strategis sektor hulu migas dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat kolaborasi menuju masa depan energi yang berkelanjutan.

"Setiap tahun kami menyelenggarakannya dengan fokus tinggi agar selalu sukses, karena ini bukan hanya untuk IPA, tapi juga seluruh industri migas. Seperti diketahui, pemerintah kini menekankan ketahanan energi dan pangan, dan industri ini menjadi bagian penting dari prioritas nasional," ujarnya saat peluncuran IPA Convex 2026 dikutip dari keterangan resmi, Selasa (11/11/2025).

Konsep IPA Convex 2026 akan dirancang “Bigger & Bolder” dengan area pameran yang lebih luas, peningkatan kehadiran pemain global, serta pengalaman interaktif yang memadukan teknologi digital, inovasi energi, dan jejaring bisnis yang lebih terukur.

IPA Convex 2026 akan menghadirkan berbagai program utama seperti Plenary Session, Technical Program Session, Innovative Energy Solutions (IES), Youth Program, IPA’s Talk Corner, serta pameran tematik seputar kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, teknologi dan inovasi energi.

Akan ada pula country pavilions dan CIVD Corner yang mendorong transparansi dan efisiensi rantai pasok industri hulu migas.

IPA juga akan mengadakan berbagai program pre-events, seperti Media Relations Program, Fun Run & Walk, Student Debate Competition, serta IPA Goes to Campus di berbagai universitas.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi energi, memperluas partisipasi publik, dan menginspirasi generasi muda untuk berperan dalam masa depan energi Indonesia.

Dengan dukungan pemerintah, industri, dan mitra strategis, IPA Convex 2026 ditargetkan akan diikuti oleh lebih dari 300 perusahaan dari sekitar 60 negara serta puluhan ribu pengunjung profesional.

Perhelatan ini diharapkan menjadi panggung kolaborasi yang semakin kuat dalam membentuk ekosistem energi yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Baca juga: AS Simpan Dana Penjualan Minyak Venezuela di Bank Qatar, Ini Alasannya

Tag:  #menakar #peran #hulu #migas #bagi #agenda #nasional #hingga #kesejahteraan #masyarakat

KOMENTAR