Kemarahan Fabegas Usai Skor Como Vs AC Milan 1-3, 700 Operan Sia-sia
Ignace Van der Brempt (77) berduel dengan Adrien Rabiot (kanan) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Como vs AC Milan di Stadion Giuseppe Sinigaglia di Como, pada 15 Januari 2026. (Foto oleh Stefano RELLANDINI / AFP)(AFP/STEFANO RELLANDINI)
07:32
16 Januari 2026

Kemarahan Fabegas Usai Skor Como Vs AC Milan 1-3, 700 Operan Sia-sia

- Como asuhan Cesc Fabregas mendominasi penguasaan bola dan melepas banyak operan. Namun, mereka tetap kalah 1-3 dari AC Milan.

AC Milan racikan Massimiliano Allegri membawa pulang poin sempurna kala bertamu ke markas Como 1907, yakni Stadion Giuseppe Sinigaglia.

Laga Como vs AC Milan yang digelar pada Kamis (15/1/2026) atau Jumat dini hari WIB berkesudahan dengan kemenangan tim tamu.

AC Milan menang 3-1 berkat sumbangsih gol Christopher Nkunku (45+1') dan Adrien Rabiot (55', 88').

Como harus gigit jari meski sempat memimpin melalui gol Marc-Oliver Kempf.

“Saya biasanya suka berbicara dengan tenang setelah pertandingan, tetapi hari ini sulit," ujar pelatih Como, Cesc Fabregas, usai laga kontra AC Milan.

Kekalahan 1-3 dari AC Milan tampak sulit dicerna Fabregas yang melihat timnya tampil dominan.

Dalam aspek penguasaan bola, Como 1907 unggul. Mengutip situs Lega Serie A, Como mencatat 67 persen penguasaan bola, berbanding 33 persen milik Milan.

Soal jumlah tembakan, Como juga unggul, yakni 18 berbanding tujuh milik tim tamu.

"Bagaimana saya menjelaskan kepada para pemain bahwa kami kalah dalam laga seperti ini?"

"Saya akan memikirkannya malam ini dan besok pagi saya akan berbicara dengan mereka. Tim bermain bagus, kami mencoba banyak hal yang baik, tetapi pada akhirnya Anda kalah 3-1. Itu berarti masih banyak hal yang harus diperbaiki,” ucap Fabregas.

Operan demi operan yang dibuat Como 1907 seperti tak berarti andai melihat hasil akhir yang tersaji.

Fabregas mengatakan Como melepas 700 operan. Pernyataan pelatih asal Spanyol itu mendekati data yang disajikan Lega Serie A.

Menurut statistik dari Lega Serie A, Como membuat 673 operan ketika menjamu AC Milan. Tim tamu berjulukan Rossoneri hanya melepas 326 operan, kurang dari separuh operan Como. 

“Terkadang ketika saya berbicara, saya disalahpahami. Saya ulangi, hari ini sulit bagi saya untuk menganalisis, saya lebih memilih orang lain yang melakukannya."

"Hari ini sangat sulit bagi saya, karena biasanya ini adalah pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan karena kami mendominasi."

"Kami membuat 700 umpan dan Milan hanya 200… Maignan melakukan banyak penyelamatan, lalu Rabiot memenangkan pertandingan."

"Mereka adalah pemain yang terlalu kuat, kualitas individu membuat Anda menang. Tetapi para pemain saya tampil sangat baik,” ucap eks pemain Barcelona, Arsenal, dan Chelsea tersebut.

Dominasi Como pada akhirnya tak berujung tiga poin. Hasil ini begitu menyesakkan bagi Fabregas.

"Saya pulang dengan rasa marah, tetapi saya harus tetap jernih saat berbicara dengan para pemain karena kami masih muda."

"Kehilangan tiga atau empat bola bisa saja terjadi ketika Anda membuat 750 umpan, tetapi terasa sangat menyakitkan jika kebobolan tiga gol."

"Jika kami mencetak gol kedua, kami bisa saja menang, tetapi Milan dengan penjaga gawang yang luar biasa dan pemain yang luar biasa memenangkan pertandingan ini,” ucap Fabregas.

Tag:  #kemarahan #fabegas #usai #skor #como #milan #operan

KOMENTAR