Bagi Real Madrid, Vinicius Jr Lebih Berharga dari Pelatih
Pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih kepala Real Madrid mendapat banyak sorotan. Tak sedikit yang merasa janggal dengan kebijakan tersebut.
Statistik Xabi Alonso di Real Madrid sejatinya tidaklah buruk. Dari total 34 laga, ia mengantongi 24 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 6 kekalahan.
Persentase kemenangan yang diraihnya bahkan mencapai 70,59 persen dengan 72 kali gol yang dicetak pemainnya, berbanding 38 kali kebobolan.
Meski begitu, penampilan Real Madrid yang menurun dalam tiga bulan terakhir disinyalir menjadi penyebab manajemen Los Blancos membuat keputusan tegas.
Selain itu, Xabi Alonso juga beberapa kali terjerat isu tak sedap di ruang ganti terkait keharmonisannya dengan para pemainnya.
Kabar yang sering didengar yaitu hubungannya dengan Vinicius Jr yang selalu tak akur dalam beberapa pertandingan di awal musim ini.
Vinicius Junior berjalan melewati pelatihnya Xabi Alonso saat dia diganti dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid CF vs FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 26 Oktober 2025. (Foto oleh Oscar DEL POZO / AFP)
Pemecatan Xabi Alonso Tak Mengejutkan
Mantan kiper dan pelatih Real Madrid, Mariano Garcia Remon memberikan penilaiannya terhadap keputusan Florentino Perez memecat Xabi Alonso.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukannya di Radio MARCA, Garcia Ramon memberikan pernyataan yang mengejutkan tentang situasi internal Real Madrid.
Garcia Remon menghabiskan 15 tahun di Real Madrid sebagai pemain antara tahun 1971 dan 1986.
Kemudian, setelah pensiun, mantan kiper ini menjadi pencari bakat dan manajer tim muda dan tim cadangan sebelum meninggalkan klub pada tahun 1993.
Pada tahun 2004, pria berusia 75 tahun itu kembali ke klub sebagai asisten manajer dan bahkan diangkat menjadi pelatih kepala sementara tim utama untuk periode singkat.
Menurut pengalamannya, keputusan Real Madrid memecat Xabi Alonso tak mengejutkannya karena memang sudah lama terjadi di ruang ganti mereka.
“Hal itu tidak mengejutkan saya, dan saya memahaminya, karena saya pernah berada di posisi itu,” katanya dikutip dari Madrid Universal.
Pemain Real Madrid Tidak Bisa Ditentang
Garcia Remon mengatakan jika ada hierarki di dalam ruang ganti Real Madrid. Menurutnya, para pemain mereka sangat individualis.
“Tidak ada yang bisa menentang para pemain. Di Real Madrid, individualitas pemain adalah yang terpenting,” tambahnya.
Menurutnya, masa tugas Xabi Alonso di Real Madrid terbilang lama dari perkiraanya. Ia menilai jika Alonso tidak salah, namun memang tidak diterima sepenuhnya di dalam tim.
“Kalau dipikir-pikir, menurut saya itu berlangsung terlalu lama. Pelatih membuat keputusan yang menurutnya benar, tetapi di dalam klub hal itu tidak selalu diterima dengan baik,” sambungnya.
Soal hierarki internal, ia menilai jika klub lebih mementingkan posisi pemain daripada pelatih.
Tak heran jika Real Madrid lebih berpihak pada Vinicius Jr daripada Xabi Alonso saat keduanya terlibat cekcok.
“Pemain seperti Vinicius Jr. lebih penting bagi klub daripada seorang pelatih,” ujarnya.
Garcia Remon juga menyinggung momen-momen yang, menurutnya, melemahkan otoritas seorang pelatih. Salah satunya adalah insiden barisan kehormatan setelah kekalahan di Piala Super.
“Ini bukan citra yang baik, baik untuk pelatih maupun untuk klub,” katanya.
“Saya tidak bisa menyalahkan Xabi Alonso atas apa pun,” tegasnya.
Tag: #bagi #real #madrid #vinicius #lebih #berharga #dari #pelatih