Gen Z Ubah Cara Industri Properti Memandang Layanan Parkir
– Tuntutan Generasi Z terhadap layanan serba cepat, praktis, dan berbasis teknologi mulai mengubah cara industri properti memandang fasilitas parkir.
Konsumen muda perkotaan menilai parkir bukan lagi sekadar tempat menitipkan kendaraan. Area ini menjadi pengalaman awal yang membentuk kesan terhadap pusat perbelanjaan, hotel, dan kawasan perkantoran.
Perubahan perilaku tersebut ditangkap PT Pollux Hotels Group Tbk. Emiten pengembang properti ini melihat sistem parkir konvensional yang masih manual dan tidak terintegrasi berisiko menurunkan kepuasan konsumen Generasi Z.
Kelompok usia ini tumbuh bersama teknologi digital dan terbiasa dengan layanan instan tanpa hambatan.
Direktur Pollux Hotels Group Handojo K Setiadi menyampaikan digitalisasi parkir telah melampaui penggunaan palang otomatis atau pembayaran nontunai.
Fokus utama kini berada pada integrasi data, keamanan, serta pengalaman pengguna yang berjalan mulus.
“Digitalisasi parkir bukan lagi sekadar tentang palang otomatis atau pembayaran nontunai, melainkan integrasi data dan kenyamanan tanpa hambatan (seamless experience) yang sesuai dengan gaya hidup tech-savvy Gen Z,” ujar Handojo lewat keterangan pers, Senin (26/1/2026).
Isu tersebut mengemuka dalam forum diskusi bertajuk “Digitalisasi Pengelolaan Parkir di Jaman Gen Z”. Forum ini digelar Institut Manajemen Real Estat Indonesia, Pollux Hotels Group, dan Secure Parking Indonesia pada Kamis (22/1/2026).
Forum tersebut menjadi ruang bagi pelaku industri membahas transformasi layanan parkir menuju sistem modern dan terintegrasi. Orientasi layanan diarahkan pada kebutuhan pengguna digital.
Pembahasan tidak berhenti pada aspek bisnis. Diskusi juga menyoroti pergeseran paradigma menuju konsep smart mobility seiring meningkatnya ekspektasi generasi muda terhadap efisiensi dan kenyamanan.
Pengalaman berada di sebuah properti, menurut pandangan peserta diskusi, dimulai sejak pengunjung memasuki area parkir.
Sistem parkir yang masih manual, terpisah, atau memicu antrean panjang dinilai menurunkan kepuasan pelanggan. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap citra properti di mata konsumen muda.
Managing Director Secure Parking Indonesia Rachmat Rustam memaparkan inovasi sistem keamanan dan pengelolaan parkir berbasis digital dari sisi operasional dan teknologi.
Handojo menambahkan kemudahan parkir memiliki keterkaitan langsung dengan tingkat kepuasan tamu hotel dan pengunjung properti.
Tag: #ubah #cara #industri #properti #memandang #layanan #parkir