Saat Rachmat Irianto Bikin Pelatih Persebaya Ingat Maradona...
– Persebaya Surabaya terus menjaga momentum positif di Super League 2025–2026.
Perlahan namun pasti, tim berjuluk Bajul Ijo itu menemukan ritme di bawah kendali pelatih Bernardo Tavares.
Kemenangan telak 3-0 atas PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18 lalu, menjadi bukti paling nyata.
Hasil tersebut sekaligus menandai catatan empat laga tanpa kekalahan Persebaya, sebuah sinyal positif di tengah upaya membangun konsistensi performa.
Namun, kemenangan itu tidak hanya soal angka di papan skor. Ada cerita tentang kepercayaan diri, kematangan permainan, serta penampilan individu yang mendapat perhatian khusus dari sang pelatih.
Baca juga: Persebaya Menang 4 Laga Beruntun, Tavares Minta Bajul Ijo Rendah Hati
Rachmat Irianto yang bermain dominan, menutup kemenangan Persebaya melalui gol spektakuler hasil aksi solo run memukau.
Rachmat Irianto Bikin Tavares Ingat Maradona
Bernardo Tavares pun tidak ragu melontarkan pujian setinggi langit kepada Rachmat Irianto.
Aksi sang pemain disamakan dengan momen legendaris Diego Armando Maradona di Piala Dunia 1986.
“Kalau saya melihat gol ini, hari ini, dan saya belum pernah melihat Rian sebelumnya. Saya akan bilang, namanya adalah Rian Diego Armando Maradona,” ujar pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
Seperti diketahui Rachmat Irianto memang menjelma menjadi sosok penting dalam skema permainan Persebaya musim ini.
Setelah sempat hijrah ke Persib Bandung pada periode 2022–2025, pemain jebolan kompetisi internal Persebaya itu kembali menunjukkan kualitasnya bersama klub asal Surabaya itu.
Baca juga: Hasil PSIM Vs Persebaya 0-3: Gol Solo Run Rachmat Irianto, Bajul Ijo Curi 3 Poin
Kemampuan bermain di berbagai posisi, mulai dari gelandang bertahan, bek tengah, hingga bek sayap membuatnya menjadi figur krusial dalam menjaga keseimbangan tim. Hingga pekan ke-18, ia telah mencatatkan 14 penampilan dengan sumbangan satu gol.
Bruno Paraiba dan Angin Segar di Lini Depan
Selain Rachmat Irianto, laga melawan PSIM lalu juga menjadi panggung awal bagi Bruno Paraiba yang menjalani debut bersama Persebaya. Ia langsung menyumbangkan satu gol.
Kehadirannya memberi harapan baru bagi Persebaya yang dalam beberapa musim terakhir kerap kesulitan menemukan penyerang tajam sejak kepergian David da Silva.
Pemain Persebaya Surabaya selebrasi usai menjebol gawang PSIM Yogyakarta yang berakhir dengan skor 0-3 pada pekan ke-18 Super League 2025-2026 di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (25/1/2026) sore.
“Itu adalah pertama kalinya dia bermain. Dia belum 100 persen fit, kami memiliki beberapa masalah fisik pada banyak pemain,” kata Bernardo Tavares.
“Kami berharap pekan depan, tim kami bisa lebih bugar secara fisik karena banyak pemain baru pulih dari cedera,” imbuhnya.
Kolektivitas Jadi Pondasi
Meski memuji performa individu pemain, Tavares menegaskan bahwa kekuatan utama Persebaya tetap terletak pada kerja kolektif tim.
Baginya, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh pencetak gol, tetapi juga oleh kontribusi pemain lain dalam menjaga soliditas pertahanan.
Baca juga: Persebaya Bangkit di Paruh Musim, Bernardo Tavares Bawa Optimisme Baru
“Bagi saya, semua pemain itu penting. Bukan hanya pemain yang mencetak gol, tapi juga pemain yang mampu memastikan kami tidak kebobolan. Jadi itu penting baginya,” ucap Bernardo Tavares.
Kini, dengan tren positif yang terus terjaga, Bajul Ijo boleh menatap laga selanjutnya dengan optimisme.
Pada pekan ke-19 tim dijadwalkan menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (1/2/2026) malam.
Tag: #saat #rachmat #irianto #bikin #pelatih #persebaya #ingat #maradona