Bernardo Tavares Bicara tentang Dahaga Gelar dan Fondasi Persebaya
– Tidak ada waktu bagi pelatih baru Bernardo Tavares untuk bersantai setelah mendarat dan memimpin latihan perdana Persebaya Surabaya.
Ia harus segera memimpin tim melanjutkan perjalanan di Super League 2025-2026 menghadapi tantangan tidak mudah.
Suporter Persebaya Surabaya memiliki ekspektasi tinggi kepadanya untuk bisa membawa tim kembali ke tangga juara sejak terakhir kali menjadi jawara Liga Indonesia pada 2004 lalu.
Tavares sadar akan tanggung jawab ini dan akan segera meracik strategi terbaik untuk Persebaya.
“Kita perlu membangun momentum baik. Kita perlu membangunnya dan Persebaya yang saya lihat di sini, gelar terakhir mereka adalah tahun 2004, sudah sekitar 22 tahun,” kata pelatih asal Portugal itu.
“Jadi, kita tidak bisa berharap semuanya akan berubah begitu saja. Kita perlu melangkah selangkah demi selangkah, semuanya akan berubah,” imbuhnya.
Fondasi Kekuatan Tim dan Pembinaan Pemain Muda
Di sisi lain, peta persaingan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League 2025-2026 begitu kompetitif.
Tim-tim yang saat ini berada di papan atas, seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Malut United, bahkan Dewa United yang dalam dua musim terakhir selalu jor-joran belanja pemain.
Ia melihat Persebaya berbeda dengan tim-tim tersebut, terutama dalam hal pembinaan pemain muda.
Apalagi selama ini Persebaya memang salah satu tim yang sering mengorbitkan talenta-talenta muda yang didik dari pembinaan berjenjang.
Sebut saja nama-nama seperti Rizky Ridho, Ernando Ari, atau Marselino Ferdinan, pemain didikan Persebaya yang menjadi tulang punggung kekuatan timnas Indonesia.
Inilah yang akan coba diramu pelatih berlisensi UEFA Pro itu dengan memadukan pemain senior dan pemain muda yang ada di tim sebagai kekuatan solid seperti yang dilakukannya bersama PSM dan berhasil meraih trofi juara Liga 1 2022-2023.
“Kita perlu mempertahankan pemain-pemain bagus dan mencoba menemukan pemain-pemain bagus lainnya, tetapi kita juga perlu memperhatikan akademi kita,” kata Bernardo Tavares.
“Penting untuk memiliki pemain senior, tetapi juga pemain baru dengan ambisi segar yang ingin menunjukkan kemampuan mereka. Karena inilah aset berharga sebuah klub, seperti para pemain yang berasal dari akademi. Inilah cara Anda, menciptakan budaya klub," sambungnya.
Pelatih baru Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares saat persiapan latihan [erdana bersama tim di Lapangan ABC Komplek Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (6/1/2026) sore.
Fasilitas Pendukung jadi Alasan Tavares Terima Pinangan Persebaya
Sementara itu terkait ambisi tim yang ingin mengakhiri dahaga juara, salah satu alasannya menerima pinangan manajemen Persebaya adalah fasilitas pendukung tim yang menurutnya sangat bagus.
Seperti fasilitas tempat latihan dan juga Stadion Gelora Bung Tomo yang selama ini menjadi homebase dan selalu penuh penonton ketika Persebaya menjalani laga home.
Baginya hal ini adalah dukungan untuk menjaga stabilitas tim.
“Saya lihat Persebaya memiliki fasilitas bagus, lingkungan baik, dan stadion,” katanya.
Untuk itu ia berharap akan terus mendapatkan dukungan dari seluruh elemen tim untuk bisa membawa klub berjuluk Bajul Ijo itu meraih target yang diinginkan, baik oleh manajemen tim maupun suporter.
“Saya bisa kalah dalam pertandingan, para pemain juga bisa kalah. Sangat penting bagi para pendukung untuk memahami bahwa agar kita bisa menang, terkadang kita juga akan kalah,” pungkas Bernardo Tavares.
Tag: #bernardo #tavares #bicara #tentang #dahaga #gelar #fondasi #persebaya