Maarten Paes Bersinar di Ajax, Pengamat Nilai Opsi Kiper Timnas Mentereng
- Maarten Paes tampil solid dalam laga debutnya bersama Ajax Amsterdam di kasta teratas Liga Belanda, Eredivisie.
Penampilan perdana Maarten Paes bersama Ajax terjadi dalam laga melawan NEC Nijmegen yang berakhir dengan skor 1-1 di Johan Cruijff Arena, Sabtu (21/2/2026) lalu.
Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, turut berbicara soal kiprah Maarten Paes bersama Ajax.
Maarten Paes diyakini akan terus diandalkan Ajax sampai akhir musim 2025-2026, mengingat kiper utama tim yang merupakan pinjaman dari Liverpool, Vitezslav Jaros diterpa cedera parah.
Baca juga: Maarten Paes Semakin Pede Usai Debut, Incar Posisi Kiper Utama di Ajax
“Ya tidak tahu kalau keuntungannya untuk timnas Indonesia yang pasti membuat mentereng nanti di FIFA Series karena kipernya penjaga gawang pertama Ajax sekarang,” tutur Gita Suwondo, pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada Kompas.com.
Tujuh Penyelamatan Paes
Gita Suwondo melihat debut Marteen Paes di Ajax tidak sepenuhnya mulus. Ada fase gugup di awal laga, sesuatu yang dinilainya wajar dalam laga perdana bersama klub sebesar Ajax.
Momen-momen krusial di babak kedua menjadi titik balik. Ajax yang sempat tertekan, lalu terselamatkan oleh refleks dan penempatan posisi Marteen Paes.
Pada masa injury time, Paes dengan gemilang menangkal bola tandukan Ahmetcan Kaplan. Tanpa aksi Paes, hasil imbang bisa saja berubah menjadi kekalahan buat Ajax.
“Tapi ada 7 penyelamatan, 4 penyelamatan krusial di babak kedua termasuk penyelamatan di injury time yang membuat laga berakhir imbang 1-1."
"Di tengah Ajax sebenarnya keteteran berhadapan dengan NEC Nijmegen karena lebih menguasai jalannya pertandingan,” imbuh Gita Suwondo.
Baca juga: Reaksi Pelatih Ajax Amsterdam atas Debut Maarten Paes: Sangat Puas!
Meski melontarkan pujian, Gita Suwondo menyatakan masih ada banyak ruang bagi Maarten Paes untuk berkembang, salah satunya dalam konstruksi permainan.
“Kelihatan kaki kuatnya kaki kanan, apa-apa pasti dipindahin ke kanan dulu itu yang membuat dia telat saat memulai build up,” ujar Gita Suwondo.
Ia menegaskan, tuntutan terhadap penjaga gawang modern sudah berubah. Kiper bukan lagi sekadar penangkal serangan lawan, melainkan titik awal konstruksi serangan tim.
“Build up tim itu kan sering tergantung penjaga gawangnya. Itu yang membuat dia berkali-kali di babak kedua agak terlambat untuk membuka serangan awal Ajax."
"Walaupun sudah menaruh bola di kaki kanan umpan-umpannya ke depan bagus dan presisi,” sambungnya.
Penjaga gawang Timnas Indonesia Maarten Paes saat tampol di hadapan ribuan suporter menghadapi Bahrain pada pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Selasa (25/3/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.
Di babak pertama, menurutnya Marteen Paes bahkan sempat membuat situasi berbahaya akibat distribusi yang kurang bersih.
“Itu gugup atau apa karena dia sering memberi passing dengan kaki kiri yang kemudian passing-nya salah dan membahayakan gawangnya sendiri. Tapi dia menyelamatkan Ajax dari kekalahan,” ujarnya lagi.
Dampak bagi Timnas Indonesia
Gita Suwondo melihat kiprah Paes di Ajax bakal berdampak baik bagi Timnas Indonesia.
Dengan Marteen Paes menjadi penjaga gawang reguler Ajax dan Emil Audero bermain konsisten bersama U.S. Cremonese, persaingan di bawah mistar Timnas Indonesia semakin kompetitif.
Baca juga: Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Yakin Ajax Amsterdam Bisa Finis di Posisi Kedua
“Balik-balik lagi, ini akan membuat pelatih timnas Indonesia John Herdman punya pilihan yang bagus,” kata mantan jurnalis olahraga senior itu.
Keadaan ini memberi kemewahan opsi bagi sang pelatih asal Inggris tersebut.
“Jadi pilihannya akan banyak sekali untuk FIFA Series dan FIFA Matchday. Sayangnya kedua penjaga gawang itu yang tidak digunakan saat Piala AFF 2026 karena pasti tidak akan dilepas klubnya yang sedang menuju musim baru setelah Piala Dunia,” pungkasnya.
Tag: #maarten #paes #bersinar #ajax #pengamat #nilai #opsi #kiper #timnas #mentereng