Nicolas Maduro Rupanya Cules Sejati, Tangisi Messi Saat Tinggalkan Barcelona
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di ibu kota Venezuela, Caracas, Sabtu (3/1/2026).
Niclas Maduro ditangkap dalam operasi militer AS dengan kode "Operasi Absolute Resolve" yang melibatkan pasukan elite Delta Force.
"Semalam dan pagi ini, atas arahan saya, angkatan bersenjata Amerika Serikat melakukan operasi militer luar biasa di ibu kota Venezuela. Itu adalah operasi melawan benteng militer yang sangat kokoh di jantung Caracas untuk membawa diktator buronan Nicolás Maduro ke pengadilan," kata Trump, dilansir dari situs resmi Pemerintah Amerika Serikat.
Trump menambahkan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores de Maduro, yang juga ditangkap, kini akan menghadapi proses pengadilan pidana terkait dengan dakwaan tahun 2020 dari Departemen Kehakiman AS atas berbagai tuduhan federal, termasuk terorisme narkoba dan perdagangan narkoba.
Nicolas Maduro menjadi presiden Venezuela terpilih pada pemilus 2013 menggantikan Hugo Chavez yang meninggal dunia.
Selain dikenal sosok diktaktor di negaranya, Maduro ternyata merupakan fans fanatik Barcelona sejak lama.
Beberapa kali Maduro terang-terangan memperlihatkan jatidirinya sebagai seorang "Cules" atau fans Barcelona.
Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti saat Barcelona menghadapi Athletic Bilbao, Minggu (23/8/2015).
Tangisi Lionel Messi Saat Pamit dari Barcelona
Nicolas Maduro mengakui pernah menangis saat Lionel Messi pergi dari Barcelon pada tahun 2021 lalu.
Pengakuannya itu diutarakan dalam sebuah acara untuk menghormati atlet Olimpiade Venezuela.
Mengutip dari Tribuna, Maduro bahkan secara terbuka mengatakan "menangis bersama Messi" dan menyebut keputusan itu "buruk" dan "tidak dapat dimaafkan".
"Apa yang mereka lakukan pada Messi asangat buruk" kata Maduro saat itu.
“Saya menangis di sampingnya. Ketika saya melihatnya menangis, saya menangis karena dia adalah anak yang baik dan autentik, seorang atlet yang berprestasi di dunia.”
"Jika mereka bisa melakukan itu pada pemain terhebat dalam sejarah sepak bola, mereka bisa melakukannya pada siapa pun."
Sosok berusia 57 tahun itu sempat mengecam dewan direksi Barcelona karena memaksa ikon Argentina itu keluar dari Camp Nou.
Ia menilai para petinggi Blaugrana sengaja mengeksploitasi Messi demi uang.
“Mereka memanfaatkannya untuk menghasilkan uang sebanyak mungkin… dan kemudian mereka menendang Messi“, tambahnya.
Rasa cintanya pada Barcelona juga pernah terungkap saat ia membela Luis Suarez atas insiden gigitan kepada Giorgio Chiellini pada Piala Dunia 2014 lalu.
Saat dunia mengecam tindakan penyerang asal Uruguay itu, Maduro justru menganggap Suarez sebagai korban kekerasan.
“Anda tidak bisa memaafkan Uruguay atas fakta bahwa seorang putra rakyat menyingkirkan dua negara sepak bola yang hebat” ujarnya soal gol Suarez ke gawang Inggris dan Italia.
Pakai Jaket Barcelona, Prioritaskan El Clasico
Fanatisme Maduro terhadap Barcelona juga tercermin dari beberapa kesempatan saat ia mengenakan pakaian dengan logo Barcelona.
Dalam sebuah video yang terus beredar online, pemimpin Venezuela itu bahkan bercanda bahwa dia telah "menandatangani kontrak" dengan raksasa Catalan.
Kemudian, ia tertawa dan mengklaim bahwa dia telah diundang untuk berlatih dan akan menjadi striker cadangan.
Maduro juga dianggap lebih mementingkan laga El Clasico daripada perekonomian negara.
Saat berpidato panjang lebar mengenai langkah-langkah ekonomi baru dan reformasi mata uang pada Februari 2016 lalu, seketika ia berhenti berbicara saat mendengar Messi mencetak golnya yang ke-300 di liga.
Maduro sontak berteriak “Viva Messi dan Viva Catalunya!” kepada para menteri kabinetnya hingga membuat mereka heran.
Ia kemudian melakukan jajak pendapat dan meminta para jenderal dan menteri angkat tangan jika mendukung Real Madrid atau Barcelona.
Tag: #nicolas #maduro #rupanya #cules #sejati #tangisi #messi #saat #tinggalkan #barcelona