Fakta Unik Jelang Duel Jack Della Maddalena vs Islam Makhachev di UFC 322! Keunggulan Fisik JDM Bisa Jadi Pembeda
Jack Della Maddalena unggul kondisi fisik dari Islam Makhachev di UFC 322. (Instagram @jackdellamaddalena)
14:09
15 November 2025

Fakta Unik Jelang Duel Jack Della Maddalena vs Islam Makhachev di UFC 322! Keunggulan Fisik JDM Bisa Jadi Pembeda

— Fakta unik jelang duel Jack Della Maddalena vs Islam Makhachev di UFC 322 membuat pertarungan perebutan gelar kelas welter ini semakin menarik untuk ditunggu. JDM yang unggul telak dalam tinggi badan dan jangkauan tangan membawa dinamika baru ketika berhadapan dengan Makhachev yang dikenal sebagai petarung dengan kontrol grappling mencekik.

Pertarungan ini berlangsung di New York pada Minggu (16/11/2025) pagi WIB dan langsung menyedot perhatian publik UFC.

JDM datang sebagai juara baru usai menumbangkan Belal Muhammad, sedangkan Makhachev naik kelas demi mengejar ambisi meraih sabuk kedua dalam kariernya.

Keduanya memasuki arena dengan misi besar yang bisa mengubah arah karier masing-masing.

JDM bisa melambungkan popularitasnya ke level global bila mampu mengatasi salah satu petarung paling dominan dalam satu dekade terakhir.

Di sisi lain, Makhachev punya peluang menorehkan sejarah sebagai petarung yang mampu mendominasi dua divisi berbeda.

Langkah ini sekaligus membuka jalan baginya untuk masuk kelompok kecil petarung yang pernah menguasai dua kelas sejak era modern UFC.

Pertarungan ini semakin menarik karena JDM membawa modal catatan profesional yang cukup unik.

Ia mengemas 18 kemenangan dan 2 kekalahan, namun dua kekalahan tersebut justru datang di awal kariernya saat masih mencari ritme bertarung.

Setelah melewati fase awal yang sulit, JDM berubah menjadi mesin KO yang sangat mematikan.

Dari 18 kemenangan yang ia raih, sebanyak 12 kemenangan lahir lewat KO sehingga persentase kemenangan KO/TKO-nya mencapai 66,6 persen.

Kemampuan finishing ini menunjukkan seberapa eksplosif gaya bertarung JDM, terutama ketika pertarungan berlangsung dalam fase striking.

Setiap pukulan yang ia lepaskan sering kali menjadi ancaman nyata bagi lawannya sejak detik pertama pertarungan.

Di sudut lain, Makhachev datang dengan pengalaman yang jauh lebih panjang dalam jumlah pertarungan. Ia mengoleksi 27 kemenangan dan hanya sekali tumbang dalam 28 laga yang dijalaninya sebagai petarung profesional.

Rekor tersebut menegaskan betapa stabilnya performa Makhachev sejak memulai kariernya di MMA. Ia nyaris tak pernah kehilangan momentum dan selalu berhasil menjaga kualitas saat melawan nama-nama besar.

Menariknya, gaya bertarung Makhachev sangat berbeda dengan JDM meski sama-sama dominan. Dari 27 kemenangan yang ia kumpulkan, 13 kemenangan lahir dari submission yang berarti persentasenya mencapai 48,1 persen.

Statistik itu menunjukkan keunggulan Makhachev dalam duel ground game yang menjadi ciri khas petarung Dagestan.

Kontrol grappling, teknik kuncian, dan kemampuan menekan lawan ke matras menjadi senjata berbahaya yang ia bawa naik kelas.

Duel antara spesialis KO dan spesialis submission ini membuat taktik menjadi elemen paling krusial. JDM wajib menjaga duel tetap berdiri agar keunggulan fisik dan pukulannya bisa bekerja maksimal sejak awal ronde.

Khabib Nurmagomedov ingatkan bahaya Jack Della Maddalena agar Islam Makhachev waspada di UFC 322. (Instagram @ufceurasia)

Dalam catatan jelang duel, keunggulan tinggi badan dan jangkauan JDM menjadi sorotan besar.

Keunggulan ini membuatnya bisa memberi tekanan dari jarak aman tanpa harus memberi celah bagi Makhachev untuk melakukan takedown cepat.

Namun Makhachev bukan petarung yang mudah dipatahkan hanya lewat selisih jangkauan. Pengalamannya menghadapi berbagai tipe striker membuatnya tak pernah kehabisan cara untuk mendekat dan menutup ruang gerak lawan.

Di sisi lain, Makhachev punya peluang besar masuk dalam daftar elite petarung UFC yang pernah juara di dua kelas.

Sebelumnya ada nama-nama legendaris seperti Conor McGregor, Daniel Cormier, Amanda Nunes, Hendry Cejudo, Randy Couture, B.J Penn, Georges St-Pierre, Alex Pereira, Jon Jones, dan Ilia Topuria.

Kesempatan ini juga membuka peluang baginya mencatat sejarah sebagai petarung Rusia pertama yang meraih sabuk kelas welter UFC. Gelar ini jelas akan memberi dampak besar bagi popularitas Makhachev di level internasional.

Sementara itu, JDM ingin membuktikan ia bukan juara sementara atau juara yang kebetulan naik ke puncak. Kemenangan atas Makhachev akan mengukuhkan statusnya sebagai raja baru di kelas welter.

Momen ini bisa menjadi titik balik bagi karier JDM karena ia akan menghadapi tekanan terbesar sejak bergabung dengan UFC.

Keunggulan fisik yang ia miliki bisa menjadi senjata utama untuk mengimbangi pengalaman dan teknik Makhachev.

Duel UFC 322 akhirnya bukan sekadar pertandingan perebutan sabuk. Pertarungan ini menjadi panggung untuk dua ambisi besar yang akan saling berbenturan di atas oktagon.

Jika JDM menang, era baru kelas welter bisa dimulai dengan petarung muda yang penuh potensi besar.

Jika Makhachev berhasil, maka dunia UFC akan menyaksikan lahirnya nama besar baru yang mampu melintang di dua kelas berbeda.

Pada akhirnya, keunggulan fisik JDM dan pengalaman teknis Makhachev menciptakan pertarungan dengan tensi tinggi sejak detik pertama.

UFC 322 pun menjadi salah satu duel paling dinanti tahun ini berkat kombinasi faktor teknis, ambisi, dan ketidakpastian hasil yang begitu besar.

Editor: Hendra Eka

Tag:  #fakta #unik #jelang #duel #jack #della #maddalena #islam #makhachev #keunggulan #fisik #bisa #jadi #pembeda

KOMENTAR