Nasib Pemain Naturalisasi Bodong Malaysia Setelah Hukuman 12 Bulan Usai
Tujuh pemain naturalisasai Timnas Malaysia tetap dijatuhi larangan bermain selama 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola setelah banding yang diajukan Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) ditolak oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA).
Ketujuh pemain yang terlibat dalam skandal naturalisasi Malaysia tersebut adalah Hector Hevel, Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Jon Irazabal, Joao Figueiredo, dan Imanol Machuca.
Gabriel Palmero menjadi pemain terkini yang merasakan dampak dari sanksi FIFA itu. Kontraknya bersama klub divisi tiga Spanyol, CD Tenerife, diputus secara sepihak pada Kamis (7/11/2025).
Penolakan FIFA atas banding FAM menegaskan bahwa semua hukuman sebelumnya tetap berlaku, termasuk larangan bermain selama 12 bulan dan denda sebesar CHF 2.000 (sekitar Rp42 juta) untuk masing-masing dari mereka.
Sementara itu, FAM juga dikenai denda sebesar CHF 350.000 (sekitar Rp 7,23 miliar).
FAM dalam pernyataannya menyebut telah meminta alasan tertulis dari FIFA dan akan meninjau langkah hukum berikutnya, termasuk kemungkinan membawa kasus ini ke Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) walau kesempatan itu hanya dibilang sebagai formalitas dengan kans tipis untuk mengubah keputusan FIFA.
Belum Bisa Bela Malaysia
Meski sanksi berakhir dalam 12 bulan, ketujuh pemain tersebut dipastikan tidak dapat membela timnas Malaysia kecuali memulai ulang proses naturalisasi lewat jalur berbeda.
Hal itu ditegaskan oleh Nik Erman Nik Roseli, pengacara yang berfokus pada hukum olahraga dan komersial.
Menurut Nik Erman, status kewarganegaraan Malaysia tidak otomatis membuat mereka memenuhi syarat untuk kembali memperkuat Harimau Malaya.
“Setelah masa penggantungan 12 bulan berakhir, para pemain tersebut dapat kembali bermain di level klub di mana pun, termasuk di Malaysia,” ujar Nik Erman dikutip dari Berita Harian Malaysia.
Timnas Malaysia mendapat suntikan kekuatan baru menjelang laga penting melawan Vietnam dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2027. Sosok itu adalah Facundo Garces, bek tangguh asal Argentina yang kini resmi dinaturalisasi dan siap memperkuat Timnas Malaysia.
“Namun, situasi di level internasional berbeda. Mereka tetap tidak memenuhi kriteria untuk membela tim nasional karena masih harus memenuhi ketentuan dalam Statuta FIFA,” tambahnya.
“Hukuman ini tidak menghapus kesalahan atau membuat mereka otomatis memenuhi syarat untuk membela Malaysia,” jelas Nik Erman.
Dalam Artikel 6(5) Statuta FIFA, dijelaskan bahwa selain melalui jalur keturunan, seorang pemain harus menetap di suatu negara selama lima tahun, atau minimal berada 183 hari per tahun di dalam wilayah negara bersangkutan agar dihitung sebagai satu tahun penuh sebelum bisa mengganti kewarganegaraan.
Klub Liga Super Bisa Jadi Jalan Penyelamatan
Kendati demikian, ada peluang bagi sebagian pemain untuk melanjutkan karier mereka di Malaysia setelah masa sanksi berakhir.
Nik Erman menilai klub Liga Super Malaysia dapat memanfaatkan situasi ini untuk merekrut pemain seperti Facundo Garces, Rodrigo Holgado, atau Imanol Machuca jika kontrak mereka saat ini dibatalkan.
“Setelah masa penggantungan selesai, mereka bebas bermain untuk klub mana pun, termasuk di Malaysia. Ini bisa menjadi kesempatan bagi klub lokal untuk menambah kekuatan sekaligus menyelamatkan karier pemain tersebut,” ujar Nik Erman.
Dengan keputusan FIFA yang sudah final, masa depan ketujuh pemain kini bergantung pada langkah lanjutan FAM di ranah hukum olahraga internasional, serta sejauh mana mereka mampu membangun kembali karier di level klub setelah masa larangan berakhir.
Tag: #nasib #pemain #naturalisasi #bodong #malaysia #setelah #hukuman #bulan #usai