Korlantas Polri Beri 4 Catatan Evaluasi Mudik 2024, Soal Buffer Zone Menuju Pelabuhan Merak hingga Travel Gelap
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
18:24
21 April 2024

Korlantas Polri Beri 4 Catatan Evaluasi Mudik 2024, Soal Buffer Zone Menuju Pelabuhan Merak hingga Travel Gelap

- Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberikan sebanyak empat catatan soal pelaksanaan mudik lebaran 2024. Diantaranya meliputi buffer zone menuju Pelabuhan Merak hingga persoalan travel gelap.   Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan menilai, dua Rest Area di Jalan Tol Jakarta-Merak tidak mampu menampung banyaknya kendaraan menuju Pelabuhan Merak pada masa mudik lebaran.   Oleh sebabnya, ia menyarankan pemerintah untuk menambah buffer zone yang bisa menampung kendaraan yang selalu membludak pada momen mudik setiap tahunnya itu. Terlebih di jalur menuju pelabuhan penyebrangan itu masih ada lalu lintas campuran lokal menuju daerah Cilegon dan Serang.   "Jalur penyebrangan sendiri ini perlu adanya buffer zone yang bisa menampung kendaraan lebih banyak karena kalau hanya mengandalkan Rest Area KM 43 dan KM 48, buffer zone itu tidak bisa dimaksimalkan, karena arus lalu lintas di sana juga masih ada lalu lintas campuran lokal yang ke Cilegon dan Serang," kata Aan Suhanan dalam konferensi pers, beberapa waktu lalu.   "Mungkin di tahun depan harus sudah terealisasi buffer zone di Km 97 atau pun di Merak, sehingga kita bisa mengatur arus masuk ke Pelabuhan Merak ini," imbuhnya.   Tol Japek II Selatan Perlu Diperpanjang hingga 20 Km   Tak hanya itu, Aan juga meminta Kementerian PUPR untuk mengebut penyelesaian proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan. Pasalnya, jalan tersebut bisa menjadi solusi kemacetan mudik pada tahun 2025 mendatang.   Aan menyebut, minimal Jalan Tol Japek II Selatan yang rutin dibuka fungsional saat mudik lebaran dapat diperpanjang menjadi 20 kilometer. Di mana saat ini, panjang jalan tol tersebut baru mencapai 8,5 km dengan rute Sadang-Kutanegara.   Dia menjelaskan, kemacetan panjang di KM 66 Tol Japek diakibatkan titik tersebut terjadi bottleneck atau pertemuan arus kendaraan dari Tol Cipularang dan Jalan Tol Trans Jawa.   Selain itu, pada saat arus balik lebaran sempat terjadi antrean panjang di jalan tol. Salah satunya disebabkan oleh penambahan jalur di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) tepatnya di KM 87 sehingga menyebabkan arus ketibaan di Cikampek Utama (Cikatama) menjadi lebih cepat.   Dia mengatakan, apabila proyek Jalan Tol Japek II Selatan belum selesai, maka kemungkinan kemacetan di KM 66 Tol Japek akan kembali terulang. "Jadi kalau tahun depan ini belum ada solusi, ini saya yakin di KM 66-nya akan tetap menjadi titik krusial," jelasnya.   Kemacetan Jalur Arteri di Jabar dan Jateng   Lebih lanjut, Aan juga menyampaikan jalur arteri di Jawa Barat dan Jawa Tengah perlu menjadi perhatian khusus. Pasalnya, pada momen mudik tahun 2024, masyarakat mengalami kemacetan hingga 12 jam di Jalur Limbangan-Gentong, Jawa Barat.   "Di arteri yang perlu kita perhatikan jalur Limbangan dari tahun ke tahun selalu di situ, kemarin report 12 jam harus antri di jalur Limbangan-Gentong. Ini karena volume lalin yang padat dan harus diatur pergantian, karena tidak ada jalur alternatif ataupun jalur lingkar, seperti halnya di Garut," jelas dia.   "Di Jateng jalur Paguyangan Klonengan dari tahun ke tahun selalu menjadi titik krusial. Jadi kalau ada tindakan yang revolusional bisa nampung lalu lintas saat puncak arus," lanjutnya.   Travel Gelap   Terakhir, Aan menegaskan pihaknya bakal menindak travel gelap. Terlebih pada momen mudik ini, travel tersebut menjadi penyebab kecelakaan hingga menewaskan belasan orang.   Atas hal itu, Aan berjanji untuk melakukan penegakan hukum terhadap travel gelap karena tidak ada jaminan keselamatan yang diperoleh masyarakat. Apalagi, supir travel gelap bisa bekerja melebih batas normal yang rentan terhadap keselamatan penumpang.   "Penggunaan angkutan tidak resmi akan menjadi perhatian kami, untuk tahun depan untuk penegakan hukum terhadap angkutan tidak resmi, karena ini jaminan keselamatan sangat tidak terjamin ketika masyarakat menggunakan angkutan umum tidak resmi, terutama soal lamanya jam kerja bagi pengemudi," pungkasnya.  

 

Editor: Dimas Ryandi

Tag:  #korlantas #polri #beri #catatan #evaluasi #mudik #2024 #soal #buffer #zone #menuju #pelabuhan #merak #hingga #travel #gelap

KOMENTAR