Iran-AS Memanas, Status Siaga 1 untuk WNI Masih Berlaku
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Heni Hamidah menjelaskan terkait gelombang permintaan WNI dipulangkan dari Kamboja setelah pemerintah setempat memberlakukan pemberantasan penipuan daring (online scams), dalam konferensi pers di Ruang Palapa Kementerian Luar Negeri, Kamis (19/2/2026). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)
20:22
27 Februari 2026

Iran-AS Memanas, Status Siaga 1 untuk WNI Masih Berlaku

 Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah mengatakan, status Siaga 1 untuk warga negara Indonesia di Iran masih berlaku.

Permberlakuan yang sudah dilakukan sejak Juni 2025 itu kembali ditegaskan mengingat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memanas.

"Status Siaga 1 untuk Iran yang telah ditetapkan sejak Juni 2025 lalu masih terus diberlakukan dan semua rencana kontingensi telah disiapsiagakan termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan," ujar Heni dalam konferensi pers, Jumat (27/2/2026).

Heni mengatakan, meski berstatus Siaga 1, situasi terkini di Iran terpantau stabil.

Baca juga: AS Kirim Jet Tempur Siluman F-22 ke Israel, Siap Hadapi Iran

Laporan dari Kedutaan Besar RI di Teheran, Iran, kota-kota besar di Iran masih berjalan normal dan kondusif.

"Dan bandara internasional maupun domestik juga masih beroperasi secara normal," ucap Heni.

Meski tak ada gangguan yang berarti, KBRI di Teheran tetap memantau dan menjalin komunikasi intensif dengan para WNI.

"Dan hingga saat ini belum terdapat laporan WNI yang menghadapi ancaman langsung maupun situasi yang membahayakan keselamatan," tutur dia.

Baca juga: Negosiasi Nuklir AS-Iran Buntu Lagi, Perang di Depan Mata?

Sebagai informasi, konflik antara AS dan Iran semakin memanas setelah Presiden AS Donald Trump tengah mematangkan strategi militer dua tahap untuk menghadapi Iran.

Rencana ini bertujuan memberikan tekanan hebat hingga peluang penggulingan kekuasaan di Teheran jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.

Informasi mengenai pertimbangan internal pemerintahan ini mencuat setelah adanya pertemuan tertutup di Ruang Situasi Gedung Putih pada Rabu (18/2/2026).

Dikutip dari The New York Times, Minggu (22/2/2026), tahap pertama yang dipertimbangkan Trump adalah serangan awal dalam waktu dekat.

Baca juga: AS Tarik Seluruh Kapal Perang dari Bahrain, Sinyal Segera Serang Iran?

Fokus dari operasi ini bukan langsung menyasar kepemimpinan tertinggi, melainkan melumpuhkan otot militer dan aset strategis Iran.

Sejumlah target potensial yang masuk dalam radar militer AS antara lain markas besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), situs nuklir strategis, dan fasilitas program rudal balistik.

Langkah ini dirancang untuk memberikan efek kejut dan tekanan maksimal agar Iran bersedia tunduk pada tuntutan diplomatik Washington.

Tag:  #iran #memanas #status #siaga #untuk #masih #berlaku

KOMENTAR