Kasatgas Tito Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera, Jumlah Pengungsi Turun Signifikan
- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (PRR) Pascabencana Sumatera memaparkan progres terkini pemulihan pascabencana.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Februari 2026, jumlah pengungsi di tiga provinsi turun signifikan dari 2.108.582 menjadi 11.250 orang.
Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Wilayah Sumatera di Gedung Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Tito mengungkapkan bahwa dari total 11.250 pengungsi yang masih bertahan, sebanyak 10.400 orang berada di Aceh, sedangkan 850 lainnya di Sumatera Utara (Sumut).
Baca juga: UPDATE Bencana Sumatera, Mendagri Pastikan Tak Ada Lagi Pengungsi Sumbar
“Kemudian, di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) alhamdulillah tidak ada lagi pengungsi dalam catatan kami. Tidak ada lagi pengungsi yang ada di tenda, semuanya sudah ada di hunian sementara (huntara),” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat.
Dalam rapat tersebut, Tito melaporkan lima desa di dua provinsi perlu ditata ulang akibat terdampak bencana, yakni tiga desa di Aceh dan dua desa di Sumatera Utara. Sementara itu, di Sumatera Barat tidak ada desa yang perlu ditata ulang.
Selanjutnya, ia menyampaikan dari 52 kabupaten/kota terdampak bencana, 38 di antaranya telah kembali normal.
Tiga kabupaten/kota lainnya dalam kondisi mendekati normal, sedangkan 11 daerah masih membutuhkan atensi khusus.
Tito menjelaskan, indikator normalnya suatu daerah ditentukan oleh beberapa variabel, antara lain pemerintahan, layanan publik, akses darat, ekonomi, dan sosial.
Baca juga: Akses Darat Terbuka, 3 dari 7 SPBU Aceh Tamiang Mulai Beroperasi
Selain itu, terdapat indikator dasar lain yang perlu diperhatikan, yakni stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), listrik, perusahaan daerah air minum (PDAM), internet, liquefied petroleum gas (LPG), tempat pemrosesan akhir atau tempat pengolahan sampah terpadu (TPA-TPST), bank sampah, serta normalisasi sungai.
“Sebelumnya, ada satu lagi masalah persawahan dan perkebunan yang juga terdampak, serta tambak dan perikanan,” kata Tito.
Pada kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi jajaran kementerian/lembaga serta pemerintah daerah (pemda) yang telah bekerja sama mendorong pemulihan pascabencana.
Tito memastikan, saat ini rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana menunjukkan progres positif, mulai dari akses jalan yang telah berfungsi sepenuhnya, aliran listrik dapat dimanfaatkan masyarakat, serta SPBU telah beroperasi normal.
Baca juga: Kasatgas PRR Tito Karnavian Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera
“Kalau pasar sudah bergerak semua, tapi usaha mikro kecil menengah (UMKM) belum (optimal sepenuhnya). Tugas kita masih ada lagi, (yaitu) pembersihan lumpur, jembatan, jalan desa, (dan) daerah yang perlu kita selesaikan,” tegasnya.
Sebagai informasi, rapat tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator (Menko) PMK Pratikno, Menko Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Djamari Chaniago, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar, serta pihak terkait dari kementerian/lembaga dan pemda.
Tag: #kasatgas #tito #paparkan #progres #pemulihan #pascabencana #sumatera #jumlah #pengungsi #turun #signifikan