Satgas Saber Pelanggaran Pangan Nasional Jamin Stabilitas Harga dan Pasokan Bahan Pangan Terkendali
Ilustrasi. Bahan pangan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
08:16
27 Februari 2026

Satgas Saber Pelanggaran Pangan Nasional Jamin Stabilitas Harga dan Pasokan Bahan Pangan Terkendali

- Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Pelanggaran (Saber) Pangan Nasional memastikan stabilitas harga dan pasokan bahan pangan tetap terkendali selama Ramadhan.

Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono sebagai ketua pengarah satgas memastikan hal itu melalui pengecekan di seluruh Indonesia

Menurut Syahar, sejak 5-25 Februari, pihaknya sudah melakukan 28.270 kegiatan pemantauan di seluruh Indonesia.

Berdasar laporan dari Posko Pusat Satgas Saber Pangan, pada minggu ketiga periode 19–25 Februari 2026 ada 9.644 laporan kegiatan pemantauan.

Angka itu meningkat sebanyak 154 laporan atau 1,62 persen dibanding minggu sebelumnya yang mencapai 9.490 laporan.

Syahar pun membeber lima provinsi dengan jumlah laporan pemantauan tertinggi selama periode 5–25 Februari 2026.

Yakni Jawa Barat (Jabar) sebanyak 3.578 laporan, Kalimantan Selatan (Kalsel) 2.388 laporan, Riau 2.224 laporan, Jawa Tengah (Jateng) 2.081 laporan, serta DKI Jakarta 1.622 laporan. Pemantauan paling banyak dilakukan terhadap pedagang atau pengecer di 18.864 titik.

”Diikuti ritel modern 4.413 titik, serta grosir atau toko besar 2.804 titik. Sedangkan pemantauan terhadap distributor, produsen, dan agen jumlahnya relatif lebih sedikit,” ungkap dia dalam keterangan resmi dikutip Jumat (27/2).

Dalam keterangan yang sama, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menyampaikan, pengawasan tersebut berdampak langsung pada penurunan harga sejumlah komoditas strategis. Khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026.

Ketut mengungkapkan, sejumlah bahan pokok yang mengalami penurunan harga adalah telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi segar, cabe merah besar, cabe merah keriting, minyakita, bawang putih serta beras medium dan premium.

Meski beberapa komoditas pangan masih di atas HET atau HAP di sejumlah provinsi di wilayah Indonesia Timur, tren penurunan harga tetap tampak.

”Pemantauan yang masif dan tindak lanjut di lapangan terbukti mampu menekan harga beberapa komoditas pangan utama, seperti beras premium dan medium di Zona I dan II, cabe merah keriting, telur ayam ras, bawang putih serta daging ayam ras,” kata dia.

Dari hasil analisis harga, lanjut Ketut, menunjukkan sejumlah komoditas masih berada di atas HET atau HAP.

Komoditas yang masih menjadi perhatian satgas terdiri atas beras premium Zona III, Minyakita, bawang merah, bawang putih di wilayah Indonesia Timur dan 3TP, daging sapi segar, daging kerbau beku, cabai rawit merah, serta gula konsumsi di wilayah Indonesia Timur dan 3TP.

”Ini menjadi tugas bersama kementerian dan lembaga terkait seperti Kemenko Bidang Pangan, Kemendagri, Kementan, Kemendag, Polri, Bapanas, Bulog maupun satgas untuk terus melakukan langkah-langkah intervensi ke daerah-daerah yang masih tinggi harga komoditas pangannya,” terang dia.

Ketut memastikan Satgas Saber Pangan Nasional sudah mengambil langkah sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga cabai rawit merah.

Itu dilakukan melalui dukungan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) yang bekerja sama dengan Champion Indonesia di tujuh provinsi.

Sehingga cabai rawit merah dari wilayah sentra produksi bisa tersalur ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur.

”Satgas terus bergerak ke lapangan bersama pemerintah daerah, dinas terkait dan aparat penegak hukum untuk memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi, distribusi berjalan lancar, serta tidak terjadi praktik penimbunan maupun permainan harga,” imbuhnya.

 

Editor: Bayu Putra

Tag:  #satgas #saber #pelanggaran #pangan #nasional #jamin #stabilitas #harga #pasokan #bahan #pangan #terkendali

KOMENTAR