Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Cair 90 Persen Saat Ramadan, Cek Detailnya!
Ilustrasi Bansos PKH dan BPNT cair. (Pexels)
13:16
26 Februari 2026

Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Cair 90 Persen Saat Ramadan, Cek Detailnya!

 

- Kabar gembira bagi keluarga penerima manfaat (KPM) Bansos di seluruh Indonesia. Memasuki awal Ramadan 2026, realisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler secara nasional dilaporkan sudah hampir tuntas.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi bahwa distribusi bantuan berjalan sesuai target. Hal ini menjadi angin segar bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok di bulan suci.

"Alhamdulillah proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako," ujar Gus Ipul saat konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (25/2) malam.

Stimulus Khusus untuk Wilayah Terdampak Bencana

Selain penyaluran rutin nasional, Kemensos memberikan perhatian khusus pada wilayah yang tengah dalam masa pemulihan bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Untuk tiga provinsi ini, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp1,8 triliun. Anggaran fantastis ini dialokasikan untuk 1,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar roda ekonomi di daerah terdampak kembali berputar.

"Bansos reguler untuk tiga provinsi itu diberikan kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat, nilai anggaranya Rp1,8 triliun," ujarnya.

Mengenal Bansos Adaptif: Dari Santunan hingga Jaminan Hidup

Tak hanya bansos reguler, Kemensos juga mengaktifkan skema Bansos Adaptif. Bantuan ini mencakup logistik, dapur umum, hingga santunan bagi korban bencana.

Hingga saat ini, santunan kematian telah disalurkan kepada 990 ahli waris dengan total nilai lebih dari Rp14 miliar. Gus Ipul menegaskan proses ini akan terus berjalan cepat.

"Dan ini terus, setiap ada surat, setelah diketemukan ahli warisnya, langsung kita salurkan untuk tiga provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara," imbuhnya.

Bagi warga di Sumatra yang sedang menjalani masa rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah juga mencairkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup). Setiap orang akan menerima Rp450 ribu per bulan selama tiga bulan.

“Nilainya Rp238 miliar lebih, ini sudah mulai proses salur, karena tentu penerima manfaatnya sudah terverifikasi. Mulai dari usulan pemerintah daerah dan ditandatangani oleh Pak Mendagri sebagai Ketua Satgas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi. Lalu kita mulai salurkan secara bertahap melalui PT POS maupun juga BSI,” jelas Gus Ipul.

Bantuan Isian Rumah dan Stimulus Ekonomi Rp5 Juta

Kemensos juga memahami beban warga yang rumahnya rusak. Oleh karena itu, tersedia bantuan isian rumah sebesar Rp3 juta per keluarga untuk lebih dari 47 ribu KPM.

"Kemudian adalah santunan isian untuk rumah. Baik yang di huntara atau di hunian tetap maupun juga tentu yang menyewa, atau mengikuti program terima bantuan dana tunggu hunian," ujarnya.

Terakhir, ada stimulus ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga untuk membantu warga memulai kembali usaha atau memperkuat kondisi finansial rumah tangga. Secara total, anggaran bansos adaptif tahap pertama ini mencapai Rp632,8 miliar.

"Secara keseluruhan bansos adaptif yang kita salurkan pada tahap pertama ini adalah 632,8 miliar. Jadi ini untuk tahap pertama bansos adaptif di tiga provinsi (tersebut)," kata Gus Ipul.

 

Editor: Kuswandi

Tag:  #kabar #gembira #bansos #bpnt #cair #persen #saat #ramadan #detailnya

KOMENTAR