Surya Paloh Tak Masalah Koalisi Permanen, tapi Masih Kaji Prabowo 2029
- Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menyatakan, wacana koalisi permanen yang digulirkan Partai Golkar dapat dipertimbangkan sepanjang memiliki tujuan besar untuk kemajuan bangsa.
Namun, NasDem masih mengkaji sikap terkait dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Paloh menegaskan, gagasan koalisi permanen tidak bisa hanya dilihat sebagai kepentingan politik jangka pendek, melainkan harus berangkat dari visi kebangsaan.
Baca juga: Cak Imin Benarkan PKB Dukung Prabowo Dua Periode
“Koalisi permanen boleh saja dipertimbangkan. Enggak ada masalah, tetapi belum kita putuskan kan. Pertimbangan bagus. Sekali lagi, esensi yang paling utama, gol besar kita apa? Jawabannya sederhana, kemajuan kita dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Paloh saat ditemui di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026).
Menurut dia, kemajuan itu harus bermuara pada kesejahteraan yang dirasakan seluruh rakyat tanpa terkecuali.
Dia menekankan, politik seharusnya tidak lagi mempertajam perbedaan suku, agama, ras, maupun latar belakang sosial.
“Siapa saja? Semua kita. Ketika kita bicara semua, kita, maka pengotakan yang terjadi karena baik itu perbedaan suku, agama, ya, latar belakang status sosial dan sebagainya, itu harusnya kita nomorduakan,” tuturnya.
Baca juga: Parpol Gemakan Prabowo Dua Periode, Mengapa Tak Sepaket dengan Gibran?
“Kalau kita tidak bisa hilangkan sama sekali. Yang paling ideal itu jangan lagi berpikir ke arah sana (untuk koalisi permanen),” lanjut Paloh.
Selain itu, Paloh mengingatkan agar praktik politik tidak diisi dengan saling menghujat, menyudutkan, atau mengklaim diri paling unggul sambil merendahkan pihak lain.
Bakal calon presiden Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto berfoto bersama para ketua umum partai politik anggota KIM seusai pertemuan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat (13/10/2023).
NasDem Masih Kaji Dukungan Prabowo Dua Periode
Di sisi lain, Paloh mengaku partainya belum mengambil keputusan untuk kembali mendukung Prabowo pada Pilpres 2029, meskipun NasDem saat ini berada dalam barisan koalisi pemerintahan.
“Ah itu nanti kita sedang pikirkan, karena kita ada di sana (koalisi),” kata dia.
Sikap NasDem ini berbeda dengan sejumlah partai politik lain di lingkaran pemerintahan yang telah lebih dulu menyatakan dukungan bagi Prabowo untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode 2029–2034.
Beberapa di antaranya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Golkar. Meski demikian, partai-partai tersebut belum menentukan sosok calon wakil presiden yang akan mendampingi.
Baca juga: Ide Koalisi Permanen Dinilai untuk Mengunci Dukungan ke Prabowo di 2029
Golkar Terus Dorong Koalisi Permanen
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji menyampaikan bahwa partainya mendorong pembentukan koalisi permanen guna memperkuat dukungan terhadap pemerintahan.
“Koalisi permanen bisa kita bicarakan jangka waktunya. Nanti kalau sudah sepakat tentang koalisi permanen, jangka waktunya bisa kita bicarakan, apakah lima tahun penuh ini atau berdimensi jangka panjang. Nah, itulah perlunya pembicaraan yang intensif,” ujar Sarmuji di sela-sela perayaan HUT Fraksi Golkar, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Golkar Buka Peluang Koalisi Permanen Lampaui 2029
Dia menilai koalisi yang solid diperlukan untuk menjaga kesinambungan dukungan terhadap kebijakan pemerintah, termasuk saat menghadapi keputusan yang tidak populer.
“Sebagai sebuah rentetan waktu jalan politik mulai sekarang sampai 2029 dan seterusnya itu pasti tidak mulus. Pasti ada kebijakan-kebijakan yang harus diambil yang kadang-kadang seperti sebuah dilema,” kata Ketua Fraksi Golkar DPR RI itu.
Tag: #surya #paloh #masalah #koalisi #permanen #tapi #masih #kaji #prabowo #2029