Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diteror usai Kritik Pemerintah, Ibu Ikut Kena Serangan Digital
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diteror Usai Kritik Pemerintah, Ibu Ikut Kena Serangan Digital
18:24
18 Februari 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diteror usai Kritik Pemerintah, Ibu Ikut Kena Serangan Digital

- Kritik tajam terhadap pemerintah berujung petaka bagi Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Pasca menyuarakan kritik atas tragedi anak bunuh diri di NTT, Tiyo dan puluhan anggota BEM UGM lainnya menjadi sasaran serangan digital yang masif dan sistematis.

Tak hanya menyerang pribadi, teror ini juga mulai menyasar ranah keluarga. Ibu kandung Tiyo bahkan ikut menjadi korban intimidasi melalui pesan singkat yang dikirimkan pada jam-jam rawan.

Narasi Palsu dan Tuduhan KIP Kuliah

Pola serangan yang diterima para aktivis mahasiswa ini terbilang serupa. Tiyo dituding memanipulasi dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), sebuah tuduhan yang ia sebut sangat tidak berdasar.

"Pesan pada ibu saya masuk pada tengah malam di waktu yang rentan. Masuk dua kali soal saya nilep uang," ujar Tiyo sikutop Radar Joga (JawaPos Group), Rabu (18/2).

Selain isu KIP, Tiyo menyebut adanya upaya pembunuhan karakter melalui isu moral. Ia dituding menyewa ladies companion (LC) hingga narasi negatif lainnya untuk menjatuhkan kredibilitasnya sebagai pimpinan mahasiswa.

Dari Ancaman Pembunuhan hingga Penguntitan

Serangan ini tidak berhenti di dunia maya. Sejak 9 Februari, Tiyo menerima ancaman serius mulai dari penculikan hingga pembunuhan melalui nomor asing berkode negara Inggris (+44).

Kini, teror meluas ke platform TikTok dan Instagram dengan intensitas yang lebih tinggi. Bahkan, Tiyo mengaku sempat dibuntuti oleh orang tidak dikenal saat berada di sebuah kedai.

"Ancaman pembunuhan sampai ke saya sebagai informasi, tapi kami merasakan teror luar biasa karena tidak bisa mengonfirmasi langsung karena anonim," ungkapnya.

BEM UGM Tegaskan Tidak akan Mundur

Meski mendapatkan tekanan mental yang luar biasa, Tiyo menegaskan bahwa BEM UGM tidak akan goyah. Ia kecewa karena hingga kini belum ada jaminan perlindungan yang nyata dari negara terkait kebebasan berpendapat.

"Kewaspadaan lebih adalah cara kami belajar, tapi jangan bayangkan gara-gara teror ini kami kemudian berhenti," tegas Tiyo.

KIKA Desak Aparat Usut Tuntas

Menanggapi hal ini, Ketua Presidium KIKA, Rina Mardiana, mengecam keras segala bentuk intimidasi dan doxing yang menimpa mahasiswa. Ia mendesak kepolisian untuk segera bertindak transparan dalam mengusut pelaku di balik layar.

"Kami mengajak masyarakat sipil dan kalangan media untuk terus mengawal kasus ini secara kritis," ujar Rina.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #ketua #tiyo #ardianto #diteror #usai #kritik #pemerintah #ikut #kena #serangan #digital

KOMENTAR