Komisi I DPR Yakin Pengiriman TNI ke Gaza untuk Jaga Stabilitas, Bukan Bertempur
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (18/3/2025).(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)
16:38
12 Februari 2026

Komisi I DPR Yakin Pengiriman TNI ke Gaza untuk Jaga Stabilitas, Bukan Bertempur

- Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meyakini, rencana pengiriman sekitar 8.000 prajurit TNI ke Gaza tidak ditujukan untuk pertempuran.

Pengiriman pasukan tersebut untuk menjaga stabilitas dan mendukung proses perdamaian.

“Kehadiran TNI di sana bukan untuk bertempur atau melakukan konfrontasi, melainkan untuk menjaga stabilitas, mengawasi gencatan senjata, serta mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak perang,” kata Dave, saat dihubungi, Kamis (12/1/2026).

Menurut Dave, fokus utama pemerintah adalah memastikan kontribusi Indonesia benar-benar berdampak bagi rakyat Palestina dan tetap menjaga kredibilitas Indonesia di mata internasional.

Baca juga: Soal Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza, Kemlu: Dukungan Kemanusiaan dan Rekonstruksi

Oleh karena itu, lanjut Dave, rencana pengiriman pasukan tersebut harus dipersiapkan secara matang agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Langkah ini tidak dimaksudkan untuk menonjolkan diri, melainkan mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik secara damai,” kata Dave.

“Fokus utama adalah memastikan kontribusi Indonesia benar-benar mendukung perdamaian, memberi manfaat nyata bagi rakyat Palestina, dan menjaga kredibilitas bangsa di mata dunia,” sambung dia.

Politikus Golkar itu pun mengingatkan pentingnya koordinasi dengan lembaga internasional, agar misi tersebut berjalan sesuai prinsip hukum internasional.

Baca juga: Pasukan TNI Jalan Kaki Jangkau Daerah Banjir Sumatera yang Terisolasi

“Pada saat yang sama, penting bagi pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan lembaga internasional agar misi ini berjalan sesuai prinsip hukum internasional dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru di mata dunia,” ucap Dave.

Menurut laporan media internasional, Indonesia sedang mempersiapkan hingga 8.000 tentara untuk dikerahkan ke Gaza, negara pertama yang melakukan hal tersebut sebagai bagian dari fase kedua perjanjian gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat akhir tahun lalu.

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, mengatakan bahwa pelatihan untuk para prajurit telah dimulai, dan mereka akan fokus pada peran medis dan teknik di Gaza.

Baca juga: Pimpinan Komisi Sebut Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Harus Pertimbangkan 2 Hal

Rencana pengerahan pasukan merupakan tindak lanjut bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang diumumkan pada bulan lalu.

“Ia (Indonesia) memiliki mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang akan membantu mengamankan wilayah perbatasan di Gaza dan memastikan demiliterisasi wilayah tersebut, termasuk pelucutan senjata Hamas,” bunyi pemberitaan tersebut.

Tag:  #komisi #yakin #pengiriman #gaza #untuk #jaga #stabilitas #bukan #bertempur

KOMENTAR