Kontak Tembak TNI dengan OPM Pecah di Mimika, Satu Prajurit Tewas
Ilustrasi para prajurit TNI saat bertugas di lokasi rawan OPM. (TNI)
17:16
11 Februari 2026

Kontak Tembak TNI dengan OPM Pecah di Mimika, Satu Prajurit Tewas

- Tidak hanya penembakan pesawat di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Rabu (11/2) kontak tembak pecah di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Akibatnya tiga orang menjadi korban. Termasuk salah satunya seorang prajurit TNI yang tewas saat kontak tembak terjadi.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Infanteri Tri Purwanto menyampaikan bahwa kontak tembak melibatkan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Lokasi kontak tembak berada di Kilometer 50, Distrik Tembagapura.

Sasaran OPM dalam kontak tembak itu adalah rombongan kendaraan PT Freeport Indonesia. Persisnya ketika personel Koramil 1710-04/Tembagapura dan Kodim 1710/Mimika melaksanakan tugas di wilayah tersebut. Dia memastikan semua korban sudah dievakuasi.

”Benar telah terjadi insiden kontak tembak di Kilometer 50 Area PT FI. Saat ini seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ungkap dia dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media.

Berdasar laporan pendahuluan yang sudah diterima oleh Kodam XVII/Cenderawasih, Serka AC gugur dalam kontak tembak tersebut. Selain itu, Sertu H mengalami pendarahan pada bagian hidung dan seorang warga sipil berinisial HR (karyawan PT Freeport Indonesia) mengalami luka tembak dan dalam perawatan.

”Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak terkait untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah tersebut,” ucap dia.

Sebelumnya, insiden penembakan pesawat penumpang milik Smart Air Aviation terjadi di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Saat itu pesawat bernomor registrasi PK-SNR itu mengangkut 13 penumpang. Meski seluruh penumpang selamat, dalam insiden tersebut pilot dan kopilot dipastikan tewas.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan bahwa penembakan terjadi saat pesawat perintis tersebut mendarat pada pukul 11.17 WIT. Orang tidak dikenal (OTK) langsung memberondong tembakan. Akibatnya pilot dan kopilot pesawat itu meninggal dunia. Masing-masing korban bernama Egon Erawan dan Baskoro.

”Keduanya sempat mengirim pesan darurat melalui perangkat GPS sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sekitar landasan,” ungkap Faizal.

Menurut Faizal, 13 penumpang pesawat tersebut selamat karena berhasil melarikan diri ke hutan setelah pesawat mendarat. Di antara 13 penumpang itu, ada seorang bayi. Sebelum penembakan terjadi, pesawat itu lepas landas dari Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT. Saat roda pesawat menyentuh landasan, tembakan tiba-tiba datang dari arah hutan.

”Situasi langsung kacau. pilot, kopilot, dan penumpang berhamburan turun dan berusaha menyelamatkan diri,” bebernya.

Faizal menyampaikan bahwa beberapa menit setelah kejadian, pilot sempat mengirim pesan singkat darurat melalui GPS Garmin kepada petugas operasional penerbangan. Pilot tersebut melaporkan bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan. Setelah itu, koordinasi cepat dilakukan antara pihak bandara, TNI, dan Polri untuk mengevakuasi korban dan mengamankan area.

”Sore ini, pasukan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian,” imbuhnya.

 

Editor: Sabik Aji Taufan

Tag:  #kontak #tembak #dengan #pecah #mimika #satu #prajurit #tewas

KOMENTAR