Komisi I DPR Nilai Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza Tak Perlu Sampai 20.000
Ketua Komisi I DPR-RI, Utut Adianto saat ditemui di sela-sela uji kelayakan dan kepatutan calon duta besar RI untuk negara-negara sahabat, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (5/7/2025).(KOMPAS.com/DZAKY NURCAHYO)
16:30
10 Februari 2026

Komisi I DPR Nilai Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza Tak Perlu Sampai 20.000

Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan, jumlah prajurit TNI yang akan dikirim ke jalur Gaza tidak perlu terlalu besar hingga mencapai 20.000 personel.

Meski begitu, dia meyakini Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI telah memiliki perhitungan sendiri terkait kebutuhan pasukan di lapangan.

“Intinya hemat saya, tidak perlu terlalu besar seperti yang 20.000 itu. Tentu kan teman-teman di Kemhan sudah punya ukuran,” kata Utut usai rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Wakil Menteri Pertahanan dan jajaran TNI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Pandangan soal jumlah pasukan itu disampaikan Utut karena memperhatikan luas wilayah Jalur Gaza, Palestina.

Baca juga: Indonesia, Jangan Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Menurut Utut, luas Jalur Gaza hanya sekitar 45 kilometer persegi, atau sedikit lebih kecil dibandingkan wilayah Jakarta Pusat.

“Kalau jalur Gaza sempat saya pelajari itu luasnya 45 kilometer persegi, itu lebih kecil sedikit dari Jakarta Pusat. Jadi Jakarta Pusat ini Senayan, Tanah Abang, sampai Cempaka Putih itu, Senen, kurang lebih seperti itu,” kata Utut.

Meski begitu, Utut menegaskan, rencana pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza telah beberapa kali dibahas bersama-sama di Komisi I DPR RI.

Bahkan, Presiden Prabowo Subianto juga mengundang para menteri luar negeri, mantan menteri luar negeri, tokoh, dan ilmuwan ke Istana Kepresidenan pada Rabu (4/2/2026) untuk membahas konsep pengiriman pasukan tersebut secara menyeluruh.

“Poinnya adalah persetujuan teman-teman itu setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar dari Bapak Presiden, mulai dari konsep filosofis sampai geopolitik terkini,” jelas Utut.

Baca juga: Dino Patti Djalal soal Perdamaian Gaza: Board of Peace Satu-satunya Opsi

Utut menambahkan, penentuan siapa yang menjadi pemimpin misi serta konfigurasi pasukan akan diputuskan melalui perundingan di tingkat Presiden.

Namun, dia menegaskan Indonesia akan mengirimkan prajurit terbaik.

“Yang jelas kita kirim pasukan yang terbaik, yang sigap untuk segala cuaca, sigap untuk segala situasi,” kata Utut.

Politikus PDI-P itu pun berharap keterlibatan Indonesia lebih berfokus pada misi penjaga perdamaian dan membantu percepatan pemulihan Gaza pascakonflik.

“Tentu kita berdoa ini lebih seperti peacekeeping forces, penjaga perdamaian dan membantu percepatan perbaikan Gaza,” tutur Utut.

“Tetapi ada statement penting dari Bapak Presiden, bukan sekadar kemerdekaan Palestina tetapi juga pengakuan dan hidup damai berdampingan, two-state solution,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan, pemerintah dan TNI pada prinsipnya telah menyiapkan pasukan untuk diberangkatkan ke Gaza sewaktu-waktu apabila ada keputusan politik dan mandat yang jelas.

Baca juga: Dino Patti Djalal Sebut Prabowo Realistis, Board of Peace Jadi Opsi Perdamaian Gaza

“Terkait dengan pengiriman pasukan yang terkait dengan Gaza, jadi intinya kita sudah siapkan ya. Mabes TNI, Panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan,” kata Donny.

Dia menegaskan bahwa saat ini pemerintah tinggal menunggu perintah dan koordinasi lebih lanjut.

“Hanya kita tinggal menunggu perintah, koordinasi, kapan kita untuk berangkat. Intinya kita sudah siap ya,” ujar dia.

Saat ditanya mengenai perkiraan jumlah pasukan yang disiapkan Kemhan, Donny menyebut jumlahnya masih ratusan personel.

“Mungkin nanti wapang yang akan jawab ya, tapi sekitar 600-an sekian,” kata Donny.

Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita menambahkan, TNI siap mengirimkan pasukan sesuai dengan kebutuhan yang akan ditetapkan dalam proses perundingan internasional.

“Pada prinsipnya TNI siap ya berapapun yang dibutuhkan karena kan sekarang masih dalam proses perundingan,” ujar Tandyo.

Baca juga: PBNU: Iuran Board of Peace 1 Miliar Dolar AS Dibutuhkan untuk Bangun Gaza

Dia menyampaikan, keputusan terkait kontribusi jumlah pasukan Indonesia diperkirakan akan ditetapkan pada akhir Februari 2026 dan ditandatangani langsung oleh Presiden.

“Sampai sekarang kita banyak sudah ada beberapa opsi untuk bisa kita berpartisipasi aktif terhadap perdamaian di Gaza. Secara pastinya menunggu keputusan dari, akhir bulan inilah yang nanti akan ditandatangani langsung oleh Bapak Presiden,” kata dia.

Terkait kesiapan menghadapi kondisi lapangan, termasuk keberadaan kelompok bersenjata dan perlindungan warga sipil, Tandyo menyebut TNI akan mengerahkan prajurit berpengalaman dari misi sebelumnya.

“Saya kira kita sudah punya pengalaman ya, ada Unifil yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kita rekrut,” ucap Tandyo.

“Kita kalau tidak salah sudah mengirimkan dari tahun 2008 ya, dari 2008 itu kita sudah mengirimkan Unifil ke sana sudah berkali-kali, dan orang-orang inilah nanti yang akan kita kirim ke sana,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengerahkan hingga 20.000 personel TNI guna membantu pengamanan perdamaian di Gaza apabila mendapatkan mandat internasional.

Baca juga: Usai Bertemu Prabowo, Gus Yahya Ungkap RI Akan Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

“Jika dan ketika Dewan Keamanan PBB dan majelis besar ini memutuskan, Indonesia siap untuk mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra-putri kami untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain,” ujar Prabowo dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).

Wacana pengiriman pasukan tersebut kembali menguat setelah Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata pada 10 Oktober 2025 di bawah pengawasan Amerika Serikat, Mesir, Turki, dan Qatar.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya juga menyampaikan bahwa TNI akan mengirimkan personel pengintai atau recce ke Gaza sebelum pemberangkatan pasukan utama.

“Apabila sudah ada kejelasan, kita akan kirim personel recce ke sana, untuk pendahulu, untuk memastikan situasi kondisi di sana dan penempatan pasukan di sana,” kata Agus di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).

Selain itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai detail teknis pengiriman pasukan, mulai dari komandan misi berpangkat jenderal bintang tiga hingga pembentukan brigade komposit yang terdiri dari batalion kesehatan, zeni konstruksi, dan batalion bantuan.

Unsur udara dan laut juga disiapkan, termasuk helikopter, pesawat C-130 Hercules, serta dua kapal rumah sakit milik TNI AL.

Meski demikian, hingga kini pengiriman pasukan Indonesia ke Gaza belum terealisasi karena masih menunggu kejelasan mandat internasional serta keputusan politik di tingkat global.

Tag:  #komisi #nilai #pengiriman #prajurit #gaza #perlu #sampai #20000

KOMENTAR