Mengintip Pengujian Berlapis BBM Pertamina di Integrated Terminal Balongan
Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Balongan di Indramayu, Jawa Barat, merupakan infrastruktur hilir strategis untuk pelayanan kebutuhan energi di wilayah Jawa Bagian Barat termasuk Jakarta, dan sebagian Jawa Tengah. Integrated Terminal ini menjadi titik awal distribusi BBM, LPG dan Avtur ke masyarakat.(Dok. Pertamina)
17:54
1 Februari 2026

Mengintip Pengujian Berlapis BBM Pertamina di Integrated Terminal Balongan

– Masyarakat di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) mungkin tidak menyadari bahwa setiap liter bahan bakar yang digunakan berasal dari sistem pengawasan yang sangat ketat.

Melalui Integrated Terminal (IT) Balongan di Indramayu, Jawa Barat, PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa distribusi energi ke wilayah tersebut hingga sebagian Jawa Tengah tetap terjaga kualitasnya.

Fasilitas hilir itu tidak hanya menjadi tulang punggung bagi kendaraan bermotor, tetapi juga menopang kebutuhan avtur untuk Depot Pengisian Pesawat Udara di Bandung dan Jakarta. Untuk menjaga performa mesin kendaraan tetap prima, Pertamina menerapkan rangkaian pengujian mutu yang dilakukan secara berlapis dan berkelanjutan.

Superintendent Fuel Receiving, Storage, and Distribution IT Balongan Firman Nugroho menjelaskan, pengawasan mutu produk dilakukan sejak awal hingga akhir proses distribusi. Setiap tahapan pergerakan BBM diawasi melalui pengujian laboratorium guna memastikan kualitas tetap terjaga.

Baca juga: Perkuat Hilirisasi Petrokimia Nasional, Polytama Andalkan Bahan Baku Kilang Pertamina

IT Balongan sendiri mengelola berbagai jenis produk, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Biosolar, Solar, Pertadex, Avtur, serta LPG. Fasilitas ini mendapatkan suplai dari Refinery Unit Balongan, Cilacap, Dumai, dan Plaju.

Produk tersebut kemudian didistribusikan melalui lebih dari 50 mobil tangki BBM dan 90 mobil tangki LPG ke berbagai fasilitas penjualan Pertamina.

"Setiap kali BBM berpindah, kami selalu melakukan uji laboratorium, mulai dari sebelum produk diterima dari kilang, setelah diterima di terminal, hingga saat BBM disalurkan ke mobil tangki," jelas Firman dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (1/2/2026).

Adapun pengujian diawali dengan pengambilan sampel sebelum bahan bakar dikirim dari kilang pendukung, seperti Refinery Unit Balongan, Cilacap, Dumai, dan Plaju.

Tim laboratorium akan menguji sampel tersebut berdasarkan parameter mutu yang telah ditetapkan sebelum produk diizinkan masuk ke tangki penyimpanan IT Balongan.

Baca juga: Kenal Lebih Dekat Terminal Khusus Kilang Balongan, Penopang Distribusi Energi Indonesia

Setelah bahan bakar tiba dan disimpan di IT Balongan, pengujian kembali dilakukan untuk memastikan kondisi produk tidak berubah selama masa penyimpanan.

Langkah tersebut krusial untuk menjaga integritas bahan bakar sebelum akhirnya dimuat ke dalam mobil tangki pendistribusian.

Setiap harinya, lebih dari 50 unit mobil tangki bahan bakar minyak dan 90 unit mobil tangki LPG bersiap menyalurkan energi ke berbagai fasilitas penjualan Pertamina.

Sebelum armada tersebut meninggalkan terminal menuju SPBU, petugas kembali melakukan pengambilan sampel produk sebagai langkah verifikasi terakhir. Seluruh proses dilakukan secara rutin setiap hari.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menuturkan, IT Balongan yang menjadi penopang distribusi energi di Jawa Bagian Barat merupakan representasi dari standar tinggi fasilitas hilir Pertamina di seluruh Indonesia. 

Baca juga: Dari Indramayu, Energi Balongan Mengalir ke Timur Indonesia

Komitmen itu, lanjutnya, menjadi bagian dari semangat perusahaan untuk beroperasi secara optimal demi melayani kebutuhan energi masyarakat.

"Pertamina menyadari pentingnya kualitas produk. Melalui pengujian berlapis yang diterapkan pada setiap titik serah produk, kami berharap bisa menjaga kualitas produk Pertamina dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat," tuturnya. 

Sejalan dengan upaya tersebut, Pertamina terus bertransformasi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dan tata kelola yang transparan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh lini bisnis dan operasi pun kini diintegrasikan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Fokus pada pelayanan publik dan keberlanjutan usaha ini dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan ketersediaan energi nasional yang berkualitas dan ramah lingkungan.

Tag:  #mengintip #pengujian #berlapis #pertamina #integrated #terminal #balongan

KOMENTAR