Dipanggil Prabowo ke Hambalang, Menhan: Saya Laporkan Situasi Nasional
- Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, dirinya dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto ke Hambalang, Jawa Barat, untuk melaporkan kondisi nasional selama Presiden melakukan lawatan ke luar negeri.
Sjafrie mengatakan, dalam penyampaian laporan pada Minggu (25/1/2026) malam, dirinya turut didampingi Panglima TNI hingga Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
“Jadi, kemarin malam, saya bersama Panglima dan Ka-BIN (Kepala BIN), menghadap Pak Presiden untuk melaporkan situasi selama beliau meninggalkan Tanah Air,” kata Sjafrie, di Gedung DPR RI, Senin (26/1/2026).
Dia pun melaporkan bahwa situasi nasional tetap aman dan terkendali.
“Saya melaporkan bahwa situasi nasional yang terjadi pada saat beliau berangkat ke luar negeri itu aman, terjaga, dan terkendali,” ujar Sjafrie.
Menurut Sjafrie, tidak ada kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional selama Presiden berada di luar negeri.
“Tidak ada hal-hal yang ganjil yang terjadi, yang mengganggu stabilitas nasional selama beliau meninggalkan Tanah Air,” kata dia.
Selain kondisi keamanan nasional, Sjafrie juga melaporkan sejumlah tugas yang sedang dijalankan TNI.
Salah satunya adalah pelaksanaan Satgas Kuala di Sungai Aceh Tamiang.
“Kemudian, juga saya melaporkan mengenai tugas yang dibebankan kepada TNI untuk melaksanakan Satgas Kuala, memperdalam sedimentasi muara sampai hulu dari Sungai Tamiang,” ujar Sjafrie.
Dia mengatakan, kegiatan tersebut telah berjalan sejak 14 Januari 2026.
Pada Februari mendatang, lumpur di muara sungai akan disedot untuk kemudian dianalisis.
“Nanti pada bulan Februari ini, lumpur yang berada di muara itu akan disedot ke tongkang, kemudian kita simpan, dan kita cek kadar dari lumpur itu sendiri, apakah ada hal-hal yang memerlukan perhatian khusus dari kadar lumpur itu,” kata Sjafrie.
Dalam kesempatan itu, Menhan juga melaporkan tugas-tugas dinamis TNI Angkatan Darat, termasuk pelaksanaan Satgas Jembatan.
“Kemudian, saya juga melaporkan kepada Bapak Presiden tentang tugas-tugas dinamis yang dilaksanakan oleh TNI AD, dengan Satgas Jembatannya,” ujar dia.
Selain itu, Sjafrie menyampaikan bahwa operasi penanggulangan insurgensi di Papua menunjukkan peningkatan keberhasilan.
“Dan juga saya melaporkan bahwa operasi insurgensi yang dilaksanakan di Papua ini meningkat keberhasilannya,” kata Sjafrie.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan arahan khusus kepada jajaran TNI dan Kementerian Pertahanan terkait pengelolaan anggaran.
“Sedangkan lain-lain yang beliau minta supaya dilakukan oleh TNI dan Kemhan adalah efisiensi, kemudian akuntabilitas di dalam mengelola anggaran yang diberikan negara ke TNI,” ujar Sjafrie.
Presiden, kata Sjafrie, juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap penyimpangan anggaran serta meminta para kepala staf memperhatikan personel masing-masing satuan.
“Beliau sangat cermat kepada masing-masing kepala staf untuk memperhatikan personelnya agar tetap akuntabel di dalam mengelola anggaran negara,” kata Sjafrie.
Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026) siang, usai menyelesaikan lawatan ke Inggris, Swiss, dan Prancis.
“Pada hari Minggu, 25 Januari 2026, Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan beberapa anggota Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu malam.
Teddy menuturkan, pertemuan tersebut dilakukan untuk mengecek perkembangan sejumlah program strategis yang dijalankan para menteri.
“Setibanya dari lawatan luar negeri, Presiden Prabowo ingin mengecek perkembangan beberapa program strategis dari pejabat terkait,” kata Teddy.
Tag: #dipanggil #prabowo #hambalang #menhan #saya #laporkan #situasi #nasional