Evakuasi Jalur Udara Terkendala Cuaca, Tim SAR Gabungan Gunakan Teknik Mountaineering untuk Bawa Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500
Proses evakuasi jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulsel, melalui jalur darat. (TNI AD)
10:32
20 Januari 2026

Evakuasi Jalur Udara Terkendala Cuaca, Tim SAR Gabungan Gunakan Teknik Mountaineering untuk Bawa Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500

Tim SAR Gabungan mengkonfirmasi telah menemukan 2 jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500. Namun evakuasi jalur udara terkendala kondisi cuaca. Untuk itu, tim darat berjibaku membawa kedua jenazah korban dari Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Posko Utama menggunakan teknik mountaineering.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa 2 jenazah korban berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Jenazah pertama ditemukan pada Minggu (18/1). Sedangkan jenazah kedua ditemukan Senin (19/1). Data itu diperoleh Mabes TNI AD (Mabesad) dari laporan prajurit Angkatan Darat yang turut serta dalam operasi SAR di Pangkep.

”Di tengah medan pegunungan yang terjal, vegetasi hutan rapat, serta kondisi cuaca yang berubah-ubah, prajurit TNI AD bersama Tim SAR Gabungan tetap bergerak secara terukur dan penuh kehati-hatian. Operasi difokuskan pada pencarian dan evakuasi korban dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan,” ungkap Donny saat dikonfirmasi pada Selasa (20/1).

Jenderal bintang satu TNI AD itu menyampaikan bahwa kedua jenazah korban mau tidak mau dievakuasi melalui jalur darat lantaran evakuasi udara tidak memunkinkan untuk dilakukan. Proses evakuasi tersebut menggunakan teknik mountaineering. Langkah itu dinilai paling tepat lantaran kondisi cuaca, angin kencang, dan kabut tebal menjadi kendali evakuasi melalui jalur udara.

”Meski dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi, seluruh unsur tetap melanjutkan operasi secara disiplin dan terkoordinasi. TNI AD memastikan operasi evakuasi akan terus dilaksanakan hingga seluruh korban berhasil dievakuasi, sesuai prosedur dan perkembangan situasi di lapangan,” kata Donny.

Basarnas sebagai pemegang komando dalam Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 juga mengakui bahwa kondisi medan di lokasi jatuhnya pesawat tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan evakuasi udara. Karena itu, evakuasi jalur darat yang saat ini terus dilakukan bersama-sama oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri atas berbagai unsur.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #evakuasi #jalur #udara #terkendala #cuaca #gabungan #gunakan #teknik #mountaineering #untuk #bawa #jenazah #korban #pesawat

KOMENTAR