SBY Sarankan PBB Gelar Sidang Darurat untuk Cegah Perang Dunia III
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).(KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO)
13:46
19 Januari 2026

SBY Sarankan PBB Gelar Sidang Darurat untuk Cegah Perang Dunia III

- Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyarankan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar persidangan umum darurat untuk mencegah terjadinya perang dunia III.

Pasalnya, SBY mengaku cemas dan khawatir dengan situasi geopolitik, perdamaian, dan keamanan internasional yang terjadi saat ini.

"Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly)," kata SBY dalam unggahannya di platform media sosial X @SBYudhoyono, dikutip Senin (19/1/2026).

"Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala yang besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru," sambungnya.

Berdasarkan pengamatannya, SBY melihat bahwa dunia saat ini memiliki kesamaan dengan situasi jelang Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945).

Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang dan terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan.

Ia juga melihat adanya pembangunan kekuatan militer besar-besaran, termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang sangat panas.

"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah," tulis SBY.

SBY sendiri mengatakan, mungkin saja PBB tidak memiliki daya dan kuasa dalam mencegah terjadinya konflik dunia yang lebih besar.

"Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing," tegas SBY.

"Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu 'bagai berseru di padang pasir'. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way," sambungnya.

Logo PBB berkibar di bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar New York City, Amerika Serikat, 18 Desember 2025. Presiden AS Donald Trump pada 7 Januari 2026 menarik Amerika keluar dari 66 organisasi internasional, termasuk sejumlah lembaga top PBB.AFP/DANIEL SLIM Logo PBB berkibar di bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa di markas besar New York City, Amerika Serikat, 18 Desember 2025. Presiden AS Donald Trump pada 7 Januari 2026 menarik Amerika keluar dari 66 organisasi internasional, termasuk sejumlah lembaga top PBB.

Prabowo Singgung Perang Dunia

Presiden Prabowo Subianto juga pernah menyinggung bahwa dunia yang sedang dipenuhi ketidakpastian dan gejolak. Dia menyebut, saat ini sedang terjadi perang di mana-mana.

Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam puncak peringatan Natal Nasional Tahun 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

"Saudara-saudara sekalian, pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan bahwa sesungguhnya di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, penuh gejolak, perang di mana-mana," ujar Prabowo, Senin.

Prabowo mengajak masyarakat Indonesia untuk bersyukur atas kedamaian yang masih dirasakan, mengingat sebagai negara besar, Indonesia tidak luput dari dinamika perselisihan.

"Kita harusnya bersyukur bahwa bangsa kita sampai hari ini mengalami keadaan damai. Kita mengerti negara sebesar ini pasti ada perselisihan paham, ada konflik, ada perseteruan, ada persaingan," ujar Prabowo.

"Kita harusnya bersyukur bahwa bangsa kita sampai hari ini mengalami keadaan damai. Kita mengerti negara sebesar ini pasti ada perselisihan paham, ada konflik, ada perseteruan, ada persaingan," sambungnya.

Tag:  #sarankan #gelar #sidang #darurat #untuk #cegah #perang #dunia

KOMENTAR