Mentan Diminta Pasok Beras Bulog Cadangan ke Lokasi Bencana Sumatera Selama Tiga Bulan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan sambutan dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada beras di Kecamatan Cilebar, Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).(Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden)
17:32
15 Januari 2026

Mentan Diminta Pasok Beras Bulog Cadangan ke Lokasi Bencana Sumatera Selama Tiga Bulan

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian meminta Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar memasok beras Bulog cadangan ke lokasi bencana selama tiga bulan.

“Saran kami kepada tim ekonomi yang dipimpin Pak Mentan dan Badan Pangan Nasional, sebaiknya Bulog, sebaiknya disiapkan stok pasokan di sana, minimal 3 bulan,” ungkap Tito dalam rapat di Kementerian Dalam Negeri, Kamis (15/1/2026).

Tito menegaskan, penguatan logistik juga perlu dilakukan untuk wilayah Nias.

Meski tidak mengalami kerusakan langsung akibat bencana, jalur utama distribusi logistik menuju Nias melalui Kota Sibolga terdampak bencana.

Menurut Tito, ketersediaan cadangan pangan sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Nah persoalan di lowland, dataran rendah, agak berbeda. Kalau kita melihat di lowland, problem utamanya adalah limpahan banjir. Limpahan banjirnya banjirnya berlumpur. Dan mengakibatkan itu gangguan,” ujar dia.

Ia menambahkan, endapan lumpur yang mengeras saat terkena panas matahari menjadi kendala serius dalam upaya pembersihan dan pemulihan aktivitas masyarakat.

Sawah rusak akibat bencana

Sebelumnya Amran Sulaiman mengungkapkan, lahan sawah yang rusak akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera mencapai 107,4 ribu hektar.

"Berdasarkan data per tanggal 13 Januari 2026, sawah yang terdampak bencana di ketiga provinsi mencapai 107,4 ribu hektar yang terdiri atas sawah rusak ringan 56,1 ribu hektar, rusak sedang 22,2 ribu hektar, rusak berat 29,1 ribu hektar," kata Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).

Amran menyampaikan, dari total tersebut, areal tanam padi dan jagung yang mengalami gagal panen mencapai 44,6 ribu hektar.

Sementara itu, lahan tanaman kopi, kakao, kelapa dalam dan lain-lainnya di luar lahan sawit yang terdampak mencapai 29,3 ribu hektar.

Adapun lahan holtikultura yang terdampak, meliputi lahan sayuran, buah, dan tanaman obat mencapai 1.800 hektar.

"Sedangkan jumlah ternak mati hilang untuk jenis ternak sapi, kerbau, kambing, domba, unggas mencapai lebih 820.000 ekor," beber Amran.

Kementerian Pertanian juga mencatat 58 unit rumah potong hewan rusak, 2.300 unit alat dan mesin pertanian hilang,74 unit Balai Penyuluhan Pertanian rusak, 3 bendungan rusak, 152 kilometer irigasi rusak, da 820 jalan produksi rusak akibat bencana tersebut.

Tag:  #mentan #diminta #pasok #beras #bulog #cadangan #lokasi #bencana #sumatera #selama #tiga #bulan

KOMENTAR