Bencana Sumatera Sebabkan 238.783 Rumah Terdampak dan 29 Desa Hilang
Kondisi permukiman di Kampung Lintang Bawah, Kuala Simpang, Aceh Tamiang yang hancur diterjang banjir bandang, Senin (5/1/2026)(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)
16:36
15 Januari 2026

Bencana Sumatera Sebabkan 238.783 Rumah Terdampak dan 29 Desa Hilang

- Sebanyak 238.783 di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami kerusakan akibat banjir serta tanah longsor.

Aceh menjadi provinsi dengan jumlah kerusakan rumah terbanyak dengan 208.693 unit, disusul Sumatera Utara 24.294 unit, dan Sumatera Barat 5.796 unit.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

"Dan dikalkulasi per hari ini dapat kami laporkan, nanti bisa dilengkapi oleh Kementerian PKP, total rumah terdampak sampai dengan 14 Januari 2026 adalah 238.783 unit," ujar AHY, Kamis.

Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan rumah warga terdampak bencana mencapai sekitar Rp 8,2 miliar.

Anggaran tersebut diestimasikan untuk mendukung hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Selain sektor perumahan, pemerintah juga menghitung kebutuhan anggaran untuk pemulihan infrastruktur dasar. Estimasi tersebut disampaikan berdasarkan laporan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Sedangkan untuk alokasi atau estimasi dari anggaran yang dibutuhkan untuk infrastruktur dasar berdasarkan laporan Menteri PU sekitar Rp 51,8 miliar,” ujar AHY.

29 Desa Hilang

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan dampak bencana di Sumatera yang menyebabkan 29 desa dinyatakan hilang.

Jumlah desa yang hilang paling banyak terdapat Aceh akibat longsor dan banjir menyebabkan puluhan desa tersapu arus.

“Desa yang hilang karena longsor atau karena banjir terbawa arus, Aceh memang yang terbanyak, 21 desa atau kampung yang hilang,” kata Tito.

Selain Aceh, delapan desa lainnya dilaporkan hilang di Sumatera Utara. Sementara itu, hasil verifikasi ulang menunjukkan tidak ada desa yang hilang di Sumatera Barat.

“Sumbar yang semula 1 tapi sudah dikoreksi, bahwa tidak ada desa yang hilang, yang ada pernah terisolasi, jadi total jumlah desa yang hilang adalah 29, 21 di Aceh, 8 di Sumut,” ujar Tito.

Tito juga memaparkan dampak bencana terhadap infrastruktur pemerintahan desa, di mana tercatat sebanyak 1.681 kantor desa terdampak bencana di tiga provinsi tersebut.

Jumlah itu belum mencakup kerusakan pada balai desa, pasar desa, badan usaha milik desa (BUMDes), serta berbagai fasilitas komunitas desa lainnya.

Pemerintah pusat, kata Tito, telah melakukan penanganan dengan skala nasional dan intensif sejak masa tanggap darurat.

“Bahwa di masa tanggap darurat, pemerintah pusat sudah bekerja dengan sangat maksimal melakukan mobilisasi nasional. Jadi diperlakukan dengan menghadapi bencana nasional, mulai Selasa 25 November pengerahan terjadi, bukan hanya organik dari tiga provinsi tapi juga ribuan pasukan TNI Polri BKO termasuk sembako, peralatan, helikopter, kapal karet untuk kepentingan evakuasi,” ujar Tito.

Tag:  #bencana #sumatera #sebabkan #238783 #rumah #terdampak #desa #hilang

KOMENTAR