Sekolah Rakyat Mengembalikan Mimpi Naila...
Perjalanan hidup Naila perlahan berubah sejak ia menerima beasiswa Sekolah Rakyat, program pendidikan yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
Sebelum mengenal Sekolah Rakyat, Naila sempat yakin pendidikannya akan terhenti. Remaja 12 tahun asal Makassar itu bahkan sudah membayangkan hari-harinya tanpa bangku sekolah.
"Dulu aku kira enggak bisa sekolah, enggak bisa lanjut sekolah," kata Naila ketika berbincang dengan Kompas.com di peluncuran Sekolah Rakyat, Banjarbaru, Kalsel, Minggu (11/1/2026).
Naila berasal dari keluarga kurang mampu.
Ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) sementara sang ayah hanya buruh bangunan.
Kondisi ekonomi keluarga membuat hal-hal mendasar, seperti membeli seragam sekolah, menjadi tantangan besar.
"Kendala pas pembayaran baju, aku kalau enggak sekolah cuma bantu orangtua, menjaga adik," tuturnya.
Padahal, di dalam hati, Naila sangat ingin terus belajar. Keinginan itu kerap berbenturan dengan kenyataan pahit keterbatasan biaya.
"Iya, enggak punya uang," kata Naila.
Harapan Naila kembali tumbuh ketika ia diterima sebagai penerima beasiswa Sekolah Rakyat. Program ini menjadi jembatan baginya untuk kembali bermimpi dan menata masa depan.
"Adanya Sekolah Rakyat, aku bisa sekolah lagi, bisa membanggakan orangtua. Aku mau jadi polwan, supaya bisa menangkap orang jahat," kata dia.
Kesempatan berkembang di Sekolah Rakyat
Di Sekolah Rakyat, Naila hanya perlu fokus belajar.
Semua perlengkapan sekolah telah terpenuhi, mulai dari seragam, buku hingga asrama.
Bukan cuma itu, Sekolah Rakyat juga memfasilitasi Naila mendapatkan pembelajaran tambahan, yakni les berbahasa Inggris dan piano.
"Dapat fasilitas lengkap dari pakaian, peralatan mandi, kasur, baju. Ada les juga, aku biasa les Bahasa Inggris, les piano, belum jago sih masih kurang," katanya lalu tertawa kecil.
Naila mengaku sangat suka belajar Bahasa Inggris.
Ia betah tinggal di asrama Sekolah Rakyat.
"Senang punya banyak teman baju, dapat fasilitas lengkap, peralatan dapat buku, pulpen, pensil warna, laptop. Di kamar ada kasus, lemari, meja belajar, aku betah," katanya.
Meski demikian, ada satu hal yang masih membuatnya sedih: jarak dengan orangtua. Selama ini, Naila belum pernah berpisah lama dari keluarga.
"Sedihnya jauh dari orangtua, tapi setiap minggu datang (jenguk)," ucapnya.
Sebagai informasi, ratusan guru, siswa, dan tenaga kependidikan (Tendik) siap menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran program Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2025).
Kepala Negara dijadwalkan hadir bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan para kepala daerah di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru.
SRT 9 Banjarbaru berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru.
Sekitar 2.000 peserta dari berbagai unsur ikut berpartisipasi dalam acara peluncuran ini, di antaranya terdapat sejumlah siswa Sekolah Rakyat yang akan memberikan penampilan khusus, seperti paduan suara, teater, dan pidato.
Para siswa dari berbagai Sekolah Rakyat diseluruh Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh Besar, Malang, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Kupang, Makassar, hingga Jayapura.