Update Kondisi Pemain UAD FC usai Dihajar Tendangan Kungfu Pemain Kafi Jogja: Mulut Sakit ketika Mengang
-Masih sakit saat mulut menganga menjadi keluhan utama pemain UAD FC yang menjadi korban tendangan kungfu brutal dari pemain Kafi Jogja FC di ajang Liga 4 2025/2026. Kondisi terkini sang pemain disampaikan langsung oleh pihak UAD FC setelah insiden keras yang terjadi di lapangan Sitimulyo, Jogjakarta.
UAD FC menyebut kondisi pemainnya mulai menunjukkan perkembangan positif meski belum sepenuhnya pulih. ’’Pemain saat ini alhamdulillah sudah agak membaik, hanya saja masih mengalami sakit jika untuk menganga karena rahangnya yang terkena,” tulis UAD FC dalam pernyataan resminya.
Insiden tersebut terjadi pada Selasa (6/1/2026) dalam laga Liga 4 zona Yogyakarta antara UAD FC melawan Kafi Jogja FC. Pertandingan berjalan panas dan diwarnai tensi tinggi hingga akhirnya berujung pada aksi kekerasan yang menyita perhatian publik sepak bola nasional.
Pada menit ke-73, saat Kafi Jogja FC unggul 1-0, pemain bernomor punggung dua dari Kafi melayangkan tendangan kungfu ke arah wajah pemain UAD FC bernomor punggung 24. Aksi itu terjadi saat duel terbuka dan langsung membuat pemain UAD terkapar di atas lapangan.
Pemain UAD terlihat memegangi bagian pipi dan rahangnya sambil menahan rasa sakit yang cukup hebat. Tayangan video menunjukkan benturan keras yang berpotensi membahayakan keselamatan pemain di lapangan.
Keputusan wasit dalam insiden tersebut menuai sorotan tajam dari banyak pihak. Wasit hanya memberikan kartu kuning kepada pemain Kafi Jogja FC yang melakukan tendangan keras ke arah wajah lawan.
Situasi semakin disayangkan karena wasit tidak memanggil tim medis untuk memeriksa kondisi pemain UAD yang tergeletak kesakitan. Wasit justru menghampiri sang pemain dan memintanya segera bangkit agar pertandingan bisa dilanjutkan.
Pertandingan kemudian diteruskan tanpa jeda panjang, meski kondisi pemain UAD FC belum sepenuhnya stabil. Pemain bernomor punggung 24 itu akhirnya kembali bermain meski terlihat masih menahan nyeri usai menerima tendangan brutal dari salah satu pemain lawannya itu.
Aksi tendangan kungfu tersebut dengan cepat menyebar luas di media sosial pada hari yang sama. Banyak warganet menilai insiden itu sebagai tindakan berbahaya yang seharusnya diganjar hukuman lebih berat.
Kasus yang menimpa pemain UAD FC ini mengingatkan publik pada insiden serupa yang terjadi sehari sebelumnya di Liga 4 Jawa Timur. Pada Senin (5/1/2026), laga Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung juga diwarnai tendangan kungfu brutal.
Dalam pertandingan tersebut, pemain Perseta Tulungagung Firman Nugraha mengalami kejang dan sesak napas setelah menerima tendangan keras dari lawan. Pemeriksaan medis menyebutkan Firman mengalami retak pada tulang rusuk akibat benturan tersebut.
Pelaku tendangan brutal di Liga 4 Jatim adalah pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar. Aksi kekerasan itu mendapat perhatian serius dari Komite Disiplin Asprov PSSI Jawa Timur.
Komdis Asprov PSSI Jatim akhirnya menjatuhkan sanksi tegas berupa larangan beraktivitas seumur hidup di dunia sepak bola. Hukuman tersebut diberikan sebagai bentuk ketegasan terhadap tindakan kekerasan di lapangan hijau.
Perbandingan dua kasus ini memunculkan pertanyaan besar soal konsistensi penegakan disiplin di kompetisi Liga 4. Banyak pihak berharap insiden di Jogjakarta juga ditindak tegas demi melindungi keselamatan pemain.
Bagi UAD FC, fokus utama saat ini adalah pemulihan kondisi pemain yang masih merasakan nyeri pada rahangnya. Tim berharap sang pemain bisa segera pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas tanpa rasa sakit.
Insiden ini menjadi pengingat keras keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan. Tanpa perlindungan dan penegakan aturan yang tegas, sepak bola justru kehilangan nilai sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi. (*)
Tag: #update #kondisi #pemain #usai #dihajar #tendangan #kungfu #pemain #kafi #jogja #mulut #sakit #ketika #mengang