Harga Cabai di Pasar Induk Kramat Jati Turun Usai ''Diguyur'' Kementan
Ilustrasi harga cabai rawit. (KOMPAS.com/PANDAWA BORNIAT)
06:44
24 Februari 2026

Harga Cabai di Pasar Induk Kramat Jati Turun Usai ''Diguyur'' Kementan

- Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta Timur mulai turun setelah “diguyur” pasokan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Pedagang PIKJ, Guntur, mengakui tambahan pasokan cabai dari Kementan cukup berpengaruh meski belum membuat harga cabai rawit merah kembali normal.

Bersama petani yang mendapatkan fasilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), champion cabai, Kementan mengguyur pasokan cabai rawit merah hingga 1,7 ton pada Minggu (22/2/2026).

“Meski enggak signifikan tapi berpengaruh juga,” kata Guntur saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai Rawit Merah Ke Pasar Induk Kramat Jati

Guntur menuturkan, harga cabai rawit merah per 23 Februari di PIKJ Rp 70.000 sampai Rp 80.000 per kilogram.

Harga itu turun dibanding Jumat (20/2/2026) pekan lalu di di kisaran Rp 100.000 hingga Rp 110.000 per kilogram.

“Harga hari ini Senin tanggal 23 Februari 2026 cabai rawit merah Rp 80.000 sampai Rp 70.000 per kilogram,” ujar Guntur.

Menurutnya, tambahan pasokan 1,7 ton cabai menjadi bentuk upaya pemerintah menahan laju kenaikan harga cabai rawit merah.

Ketika harga mulai turun, tambahan pasokan tersebut bisa mempercepat penurunan harga.

Penambahan hasil panen  maka volume pasokan cabai rawit merah akan membuat harga di pasaran terkoneksi dan menurun.

“Ditambah lagi ada intervensi pemerintah, Ditjen Hortikultura bersama championnya plus Badan Pangan Nasional dan Guyub Rukun Pedagang Cabai Pasar Induk Kramat Jati untuk suplai ke Pasar Induk Kramat Jati,” kata dia.

Sebelumnya, Kementan menyatakan telah mengguyur PIKJ dengan cabai rawit merah 1,7 ton pada akhir pekan lalu.

Tambahan pasokan bumbu dapur itu dibarengi dengan subsidi biaya logistik dari sentra produksi cabai rawit merah ke PIKJ.

Kebijakan ini ditempuh guna mengendalikan harga dan pasokan cabai rawit merah yang melonjak sejak dua pekan sebelum Ramadhan 1447 Hijriah.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Muhammad Agung Sunusi, mengatakan cabai itu berasal dari hasil panen champion cabai dan dijual ke pasar induk dengan harga Rp 50.000 per kilogram.

“Pasokan ke PIKJ akan terus kami jaga. Champion cabai di sentra produksi siap mengirimkan cabai rawit merah secara berkelanjutan agar kebutuhan masyarakat selama Ramadhan tetap terpenuhi,” kata Agung dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).

Tag:  #harga #cabai #pasar #induk #kramat #jati #turun #usai #diguyur #kementan

KOMENTAR