Indonesia Dinilai Ingin Jadi Anak Baik di Tengah Konflik AS vs Venezuela
Hubungan AS-Venezuela memanas setelah Presiden Donald Trump mengerahkan kapal perang ke Karibia dan menuduh Preisden Nicolas Maduro memimpin jaringan narkoba.(AFP/JIM WATSON)
09:06
6 Januari 2026

Indonesia Dinilai Ingin Jadi Anak Baik di Tengah Konflik AS vs Venezuela

- Pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menilai Indonesia ingin menjadi "anak baik" dalam situasi konflik Amerika Serikat (AS) versus Venezuela yang sedang panas.

“Pernyataan Kemlu RI menunjukkan Indonesia cenderung mengambil posisi aman, menyerukan dialog, menahan diri, dan kepatuhan pada hukum internasional. Indonesia ingin tetap terlihat sebagai anak baik (dengan) tidak mengecam AS,” kata Dina saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/1/2026).

Kendati demikian, Dina berpandangan bahwa Indonesia tetap sadar bahwa tindakan AS terhadap Venezuela melanggar hukum internasional.

Namun, Dina mempertanyakan mengingatkan sejarah besar Indonesia sebagai penggagas dan tuan rumah Konferensi Asia Afrika 1955 serta negara pionir Gerakan Non-Blok (GNB).

“(Apa) Tidak mau tampil secara terbuka, menyatakan ada pelanggaran hukum internasional dan mengecam pelakunya?” tegas dia.

Terlebih, Indonesia sempat menyatakan secara terbuka dengan mengecam AS ketika negara Paman Sam tersebut menginvasi Irak pada 2003.


Merujuk pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, Dina menduga Indonesia akan tetap menjaga hubungan baik dengan AS.

“Meski tetap mengingatkan agar semua pihak patuh pada hukum internasional, tapi tidak akan ada eskalasi retorik. Di saat yang sama, dengan Venezuela, RI akan menunjukkan simpati normatif,” tegas dia.

Pengamat sekaligus dosen hubungan internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) Dina Sulaeman berbicara dalam Webinar Perkembangan Konflik Israel-AS-Iran: Implikasi Global dan Respons Indonesia, Jakarta, Kamis (3/7/2025).ANTARA/KATRIANA Pengamat sekaligus dosen hubungan internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) Dina Sulaeman berbicara dalam Webinar Perkembangan Konflik Israel-AS-Iran: Implikasi Global dan Respons Indonesia, Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Pernyataan Kemlu RI

Pemerintah Indonesia meminta dunia internasional menghormati kedaulatan Venezuela, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pihak Amerika Serikat (AS) dalam serangan militer besar-besaran ke Caracas.

"Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam pernyataan resminya, dikutip dari X MoFA Indonesia, Senin (5/1/2026).

Kemlu menyatakan, Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela.

Indonesia pun menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan.

Hal ini berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.

“Serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi," jelas Kemlu.

Kemudian, Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional.

"Khususnya perlindungan terhadap warga sipil, yang keselamatan dan kondisinya harus tetap menjadi prioritas utama," tandas Kemlu.

Operasi militer AS

Penculikan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan militer AS merupakan puncak dari tekanan selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela yang menuai kecaman dari beberapa pemimpin internasional.

Maduro dan istrinya ditangkap pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Penangkapan diawali dengan serangan oleh pasukan AS.

AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah.

Setelah itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke AS.

Trump telah mendesak Maduro untuk menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba.

Trump menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.

Tag:  #indonesia #dinilai #ingin #jadi #anak #baik #tengah #konflik #venezuela

KOMENTAR