62 Warga Terinfeksi Super Flu, Apa Gejalanya?
Ilustrasi flu. Super flu disebut menyebar lebih cepat dan terasa lebih berat dibanding flu musiman, tetapi dokter menegaskan ada perbedaan penting yang perlu dikenali agar tidak salah penanganan.(Freepik)
20:02
5 Januari 2026

62 Warga Terinfeksi Super Flu, Apa Gejalanya?

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan gejala influenza A (H3N2) subclade K atau "super flu" yang patut diwaspadai lantaran varian baru ini umumnya muncul serupa dengan flu musiman.

"Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan," ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, Prima Yosephine dalam keterangannya, dikutip Senin (5/1/2026).

Masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk.

"Segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari," jelasnya.

Adapun, Kemenkes mencatat ada 62 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia hingga Desember 2025 lalu.

Prima menyampaikan, kasus-kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Sebagai langkah pencegahan penyebaran super flu, masyarakat diminta untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Jaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta," tuturnya.

Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Prima menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.

Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

"Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan," tuturnya.

Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan tercatat di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025.

Meskipun influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus influenza di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.

Tag:  #warga #terinfeksi #super #gejalanya

KOMENTAR