Kabupaten Agam Masih Tanggap Darurat, Berpotensi Terjadi Longsor Susulan
- Kepala Pusat Data dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, melaporkan bahwa Kabupaten Agam masih dalam status tanggap darurat.
Hal tersebut disampaikan Abdul Muhari yang melaporkan situasi dan penanganan pascabencana hari ke-38 pada Minggu (4/1/2026).
“Untuk kabupaten/kota di Sumatera Barat, ini masih ada perpanjangan status tanggap darurat di satu kabupaten yaitu Agam,” kata Abdul.
Dia mengatakan hingga tiga hari lalu, wilayah ini masih mengalami longsor susulan. Bencana tersebut berupa banjir lumpur disertai batu-batu besar, yang secara lokal dikenal sebagai galodo.
“Jadi banjir lumpur diikuti oleh batu-batu besar yang di daerah disebut Galodo itu masih terjadi. Karena memang di bagian hulunya terdeteksi ada rekahan-rekahan yang kalau ada hujan dengan intensitas sedang tapi durasi lama, ini masih berpotensi untuk terjadi longsor susulan,” jelas dia.
Selain Kabupaten Agam, seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat sudah tidak berstatus tanggap darurat dan kini berada dalam masa transisi darurat.
Sementara itu, Abdul menyatakan bahwa sudah tidak ada status tanggap darurat di Provinsi Sumatera Utara.
“Di Sumatera Utara, ini transisi darurat 14 daerah, tanggap darurat berakhir 2 daerah dan tidak diperpanjang. Jadi saat ini di Sumatera Utara sudah tidak ada kabupaten/kota dengan status tanggap darurat,” tegas dia.
Oleh karena itu, Abdul memastikan seluruh kabupaten/kota terdampak di Sumatera Utara berada dalam status transisi darurat.
Sementara di Aceh, sebanyak 10 daerah masih dalam status perpanjangan tanggap darurat, dan 8 daerah berstatus transisi darurat.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.177 orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Data ini disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, yang melaporkan situasi dan penanganan pascabencana hari ke-38 pada Minggu (4/1/2026).
“Kemarin rekapitulasi kita di cut-off pukul 16.00 itu 1.167, hari ini bertambah 10 menjadi 1.177 jiwa meninggal dunia,” ucap Abdul.
Tag: #kabupaten #agam #masih #tanggap #darurat #berpotensi #terjadi #longsor #susulan