TNI AD Janji Usut Tuntas Tewasnya Pratu Farkhan Diduga Dianiaya Senior
Zakaria Marpaung, ayah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, saat diwawancarai di rumahnya di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada Sabtu (3/1/2025).(Dok warga )
16:46
4 Januari 2026

TNI AD Janji Usut Tuntas Tewasnya Pratu Farkhan Diduga Dianiaya Senior

– TNI Angkatan Darat berjanji mengusut tuntas kasus tewasnya Pratu Farkhan Syauqi Marpaung yang diduga dianiaya oleh seniornya saat bertugas di Papua pada Rabu (31/12/2025).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI (Inf) Donny Pramono menegaskan, langkah ini dilakukan untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban.

“Pimpinan TNI AD berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab,” kata Donny saat dihubungi, Minggu (4/1/2026).

Atas nama TNI Angkatan Darat, Donny juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Pratu Farkhan Syauqi Marpaung.

“Almarhum adalah prajurit muda yang tengah menjalankan tugas negara di wilayah penugasan, dan peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pimpinan TNI AD,” ujarnya.

Donny menyebut, sejak awal kejadian TNI AD langsung mengambil langkah cepat dan tegas.

Dugaan keterlibatan prajurit senior telah ditindaklanjuti dengan pengamanan terduga pelaku dan proses investigasi menyeluruh.

“Dugaan keterlibatan oknum prajurit senior telah ditindaklanjuti dengan mengamankan yang bersangkutan dan melakukan proses investigasi secara menyeluruh oleh unsur komando terkait,” jelas dia.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan fakta secara objektif dan transparan.

Donny menegaskan, TNI AD tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan.

“Terlebih yang mengakibatkan hilangnya nyawa prajurit. Apabila dari hasil penyelidikan terbukti adanya pelanggaran hukum maupun disiplin militer, maka proses hukum akan ditegakkan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Selain proses hukum, TNI AD juga melakukan pembinaan terhadap prajurit di satuan terkait agar peristiwa serupa tidak terulang.

Sementara itu, ayah korban, Zakaria Marpaung, mengatakan Pratu Farkhan sebelumnya bertugas di Yonif 113/Jaya Sakti, Aceh, sebelum ditugaskan ke Papua.

Ia tidak menyangka anaknya meninggal dalam kondisi seperti itu.

“Kabar itu disampaikan sepupunya. Awalnya dia sakit, lalu menghangatkan badan di perapian, di Papua,” kata Zakaria saat ditemui di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sabtu (3/1/2026).

Menurut Zakaria, seorang prajurit berpangkat sersan sempat menanyakan kondisi Farkhan.

Setelah itu, datang prajurit berpangkat kopral yang diduga melakukan kekerasan.

“Terus si Sersan ini memijiti. Lalu, datang yang berpangkat Kopral dan memanggil anak saya. Diajaknya ke samping, lalu disuruh tunduk, dipukul pakai ranting punggungnya,” ungkap Zakaria.

“Disuruh, kalau istilah di tentara itu, peluk tobat, ditendang. Dia tersungkur, jatuh. Lalu, dia bangkit terjadi pembelaan,” lanjut dia.

Zakaria mengaku kecewa atas peristiwa tersebut. Meski demikian, ia mengaku bangga anaknya berusaha membela diri.

“Yang kukecewakan anakku mati bukan di ujung senjata GPK (Gerakan Pengacau Keamanan). Anakku mati sesama TNI dan di bawah tangan dan kaki seorang Kopral TNI,” ujar Zakaria.

“Mereka menyambung nyawa di sana. Yang harusnya saling menguatkan, saling melindungi, kenapa saling membunuh. Belum kering makam Prada Lucky, sekarang datang lagi makam Pratu Farkhan,” katanya.

Jenazah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung telah dimakamkan di Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada Sabtu (3/1/2026).

Tag:  #janji #usut #tuntas #tewasnya #pratu #farkhan #diduga #dianiaya #senior

KOMENTAR