AS Serang Venezuela, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban
Api kebakaran di kompleks militer Fuerte Tiuna, setelah serangkaian ledakan mengguncang Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Amerika Serikat disebut telah memulai serangan darat di Venezuela.(AFP/LUIS JAIMES)
19:46
3 Januari 2026

AS Serang Venezuela, Kemlu Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban

 Konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela semakin memanas setelah terjadinya serangkaian serangan militer AS di ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran global, termasuk terkait keselamatan warga negara asing yang berada di wilayah terdampak.

Merespons perkembangan tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Caracas memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Saat ini, seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman,” tulis Kemlu RI melalui akun X @Kemlu_RI, Sabtu.

WNI di Venezuela Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Kemlu RI mengimbau seluruh WNI yang berada di Venezuela untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI Caracas.

Pemerintah Indonesia, kata Kemlu RI, terus memantau secara saksama perkembangan situasi keamanan di Venezuela di tengah meningkatnya ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

“Bersama seluruh perwakilan RI di kawasan, KBRI Caracas secara aktif memastikan kondisi dan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di Venezuela,” tulis Kemlu RI.

Di sisi lain, Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak yang bertikai agar mengedepankan penyelesaian konflik secara damai melalui langkah-langkah deeskalasi dan dialog.

Indonesia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil di tengah eskalasi konflik.

“Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB,” tulis Kemlu RI.

Trump Klaim Maduro Ditangkap, Venezuela Belum Konfirmasi

Sebagai informasi, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap dalam operasi militer besar-besaran yang dilancarkan ke Caracas pada Sabtu dini hari.

“Amerika Serikat berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu,” ujar Trump melalui platform Truth Social, beberapa jam setelah ledakan dilaporkan mengguncang ibu kota Caracas.

Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Venezuela terkait klaim penangkapan Nicolas Maduro, yang telah berkuasa sejak 2013.

Tag:  #serang #venezuela #kemlu #pastikan #yang #jadi #korban

KOMENTAR