Andi Arief: SBY akan Somasi Penyebar Fitnah Dalang Isu Ijazah Jokowi
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kongres Demokrat, Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Senin (24/2/2025). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
13:10
2 Januari 2026

Andi Arief: SBY akan Somasi Penyebar Fitnah Dalang Isu Ijazah Jokowi

- Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempertimbangkan langkah hukum setelah difitnah berada di balik kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang tengah ditangani Polda Metro Jaya.

Hal itu disampaikan politikus Partai Demokrat, Andi Arief, dalam sebuah video yang diunggah dalam akun X-nya, @Andiarief.

“Untuk keadilan, jika tidak dihentikan maka Pak @SBYudhoyono akan mensomasi pihak-pihak yang menyebar fitnah yang masif seakan beliau berada di belakang isu ijazah palsu,” jelas Andi, dikutip Kompas.com pada Jumat (2/1/2026).

Kompas.com telah mendapatkan izin dari Andi Arief untuk mengutip dari akun X-nya ini.

Dalam hal ini, Andi Arief mengatakan, banyak fitnah beredar di media sosial yang menuding Bambang Yudhoyono berada di balik isu ijazah Joko Widodo.

“Sangat masif sekali fitnah yang dilakukan oleh akun-akun yang sebagian besar anonim, yang kita tahu afiliasinya ke mana, yang membuat berita fitnah,” tulis Andi Arief.

“Seolah-olah Bapak SBY berada di balik isu ijazah palsu Pak Jokowi yang sekarang sedang berseteru antara Pak Jokowi dengan Roy Suryo dan kawan-kawan,” tambah dia.

Andi Arief mengaku sempat bertemu dengan SBY dan membahas soal isu tersebut.

Katanya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu merasa terganggu karena tudingan tersebut.

Bahkan, dalam sejumlah fitnah tersebut, SBY disebut berkolaborasi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Saya bertemu dengan Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini. Karena tidak benar yang disebutkan bahwa Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini, atau bahkan disebut Pak SBY berkolaborasi dengan Ibu Megawati dalam mengungkap soal ijazah palsu Pak Jokowi ini,” jelas dia.

Andi Arief memastikan bahwa hubungan SBY dengan Jokowi selama ini sangat baik.

Oleh karena itu, dia berharap agar sejumlah akun media sosial yang melayangkan tudingan tersebut segera menghentikannya.

Andi Arief pun mengajak seluruh kader Partai Demokrat agar tetap membela SBY karena sudah difitnah.

“Kita tahu selama ini Pak SBY selalu mengajarkan kita politik yang putih, politik yang bersih, yang tidak menyerang orang, tidak pernah membuat fitnah. Tapi kalau kita dizalimi, difitnah, kita harus melawan,” jelas dia.

Sekilas perkembangan isu kasus ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, setelah melalui proses penyidikan yang panjang.

Delapan tersangka tersebut kemudian dibagi ke dalam dua klaster berdasarkan perbuatannya.

Klaster pertama, yakni penghasutan untuk melakukan kekerasan kepada penguasa umum: Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, Rustam Effendi, dan Damai Hari Lubis dimasukkan ke dalam klaster ini.

Klaster kedua, yaitu upaya manipulasi dokumen elektronik dengan menghapus atau menyembunyikan informasi: Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma.

Klaster pertama juga dijerat Pasal 160 KUHP dengan tuduhan penghasutan untuk melakukan kekerasan terhadap penguasa umum.

Sementara, klaster kedua dijerat Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE terkait perbuatan menghapus, menyembunyikan, atau memanipulasi dokumen elektronik.

Tag:  #andi #arief #akan #somasi #penyebar #fitnah #dalang #ijazah #jokowi

KOMENTAR