Andi Arief: SBY Difitnah di Isu Ijazah Jokowi, Kita Harus Melawan
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai Demokrat, Andi Arief di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (20/7/2024). (KOMPAS.com/Rahel)
11:42
2 Januari 2026

Andi Arief: SBY Difitnah di Isu Ijazah Jokowi, Kita Harus Melawan

- Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, banyak fitnah beredar di media sosial yang menuding Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono berada di balik isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan Andi Arief dalam sebuah video yang diunggah oleh akun X-nya, Andiarief.

“Sangat masif sekali fitnah yang dilakukan oleh akun-akun yang sebagian besar anonim, yang kita tahu afiliasinya ke mana, yang membuat berita fitnah,” tulis Andi Arief, dia mengizinkan pernyataannya dikutip Kompas.com, Jumat (2/1/2026).

“Seolah-olah Bapak SBY berada di balik isu ijazah palsu Pak Jokowi yang sekarang sedang berseteru antara Pak Jokowi dengan Roy Suryo dan kawan-kawan,” tambah dia.

Andi Arief mengaku sempat bertemu dengan SBY dan membahas soal isu tersebut.

Katanya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu merasa terganggu karena tudingan tersebut.

Bahkan, dalam sejumlah fitnah tersebut, SBY disebut berkolaborasi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Saya bertemu dengan Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini. Karena tidak benar yang disebutkan bahwa Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini, atau bahkan disebut Pak SBY berkolaborasi dengan Ibu Megawati dalam mengungkap soal ijazah palsu Pak Jokowi ini,” jelas dia.

Andi Arief memastikan bahwa hubungan SBY dengan Jokowi selama ini sangat baik.

Oleh karena itu, dia berharap agar sejumlah akun media sosial yang melayangkan tudingan tersebut segera menghentikannya.

Andi Arief bilang, SBY mempertimbangkan bakal mensomasi atau menempuh jalur hukum dengan alasan demi keadilan.

“Karena ini masalah keadilan. Karena Pak SBY tidak merasa melakukan itu, tapi difitnah,” tegas dia.

Andi Arief pun mengajak seluruh kader Partai Demokrasi agar tetap membela SBY karena sudah difitnah.

“Kita tahu selama ini Pak SBY selalu mengajarkan kita politik yang putih, politik yang bersih, yang tidak menyerang orang, tidak pernah membuat fitnah. Tapi kalau kita dizalimi, difitnah, kita harus melawan,” jelas dia.

Sekilas perkembangan kasus tudingan ijazah palsu Jokowi

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, setelah melalui proses penyidikan yang panjang.

Delapan tersangka tersebut kemudian dibagi ke dalam dua klaster berdasarkan perbuatannya.

Klaster pertama yakni penghasutan untuk melakukan kekerasan kepada penguasa umum: Eggi Sudjana, Kurnia Tri Royani, Rizal Fadillah, Rustam Effendi, dan Damai Hari Lubis dimasukkan ke dalam klaster ini.

Klaster kedua yaitu upaya manipulasi dokumen elektronik dengan menghapus atau menyembunyikan informasi: Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma.

Klaster pertama juga dijerat Pasal 160 KUHP dengan tuduhan penghasutan untuk melakukan kekerasan terhadap penguasa umum.

Sementara, klaster kedua dijerat Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 35 UU ITE terkait perbuatan menghapus, menyembunyikan, atau memanipulasi dokumen elektronik.

Tag:  #andi #arief #difitnah #ijazah #jokowi #kita #harus #melawan

KOMENTAR