Bupati Aceh Tamiang Sebut Listrik hingga Sinyal Internet Sudah Menyala
Presiden RI Prabowo Subianto menepuk pundak Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi di lokasi pengungsian Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (12/12/2025)(PROKOPIM ACEH TAMIANG)
12:58
30 Desember 2025

Bupati Aceh Tamiang Sebut Listrik hingga Sinyal Internet Sudah Menyala

- Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyebutkan bahwa pasokan listrik dan jaringan telekomunikasi di wilayahnya telah kembali tersambung, pascabencana yang melanda wilayah akhir November 2025 lalu.

Hal itu disampaikan Armia dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI di Aceh, Selasa (30/12/2025).

“Kemudian kami laporkan juga bahwa untuk listrik sudah menyala, alhamdulillah, dan juga sinyal Telkomsel, terima kasih, sudah menyala,” ujar Armia dalam rapat tersebut.

Armia menjelaskan, pemulihan juga mulai terlihat pada sektor ekonomi masyarakat.

Setelah dilakukan pembersihan, aktivitas jual beli perlahan kembali berjalan secara terbatas.

“Kemudian untuk sentra ekonomi juga alhamdulillah begitu kami bersihkan sudah ada pasar-pasar kaget yang mulai berjualan, apakah itu bentuk sayuran, berjualan telur, dan sebagainya,” kata Armia.

Pensiunan polisi itu menambahkan, pemerintah daerah saat ini telah membersihkan pasar utama, dan berencana mengembalikan para pedagang ke lokasi tersebut setelah proses pembersihan rampung sepenuhnya.

“Kami juga sudah membersihkan pasar kami sehingga nanti apabila sudah benar-benar 100 persen bersih, para penjual ini akan kami masukkan ke pasar-pasar tersebut, karena tidak mengganggu arus lalu lintas yang ada di depannya,” tutur Armia.

Selain itu, Armia menyebutkan bahwa arus lalu lintas dan distribusi logistik dari Medan menuju Banda Aceh maupun sebaliknya saat ini relatif lancar.

“Untuk arus lalu lintas dan logistik lancar dari Medan ke Banda Aceh dan sebaliknya, walaupun masih ada beberapa jalan yang macet karena kondisi aspal yang mulai keropos atau berlubang,” kata dia.

Minta alat berat

Kendati demikian, Armia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini berada di wilayah pedesaan.

Pemerintah daerah membutuhkan dukungan alat berat dalam jumlah banyak untuk menangani lumpur yang menutupi permukiman.

“Sekarang ini masalahnya adalah di desa-desa, kami perlu alat berat yang banyak mungkin Bapak, karena kita mempunyai 216 desa semuanya sasarannya adalah lumpur,” jelas Armia.

Dia pun berharap pembersihan lumpur dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan normal.

“Maka lumpur-lumpur ini apabila segera kita selesaikan dalam waktu mungkin satu bulan ini mungkin alhamdulillah masyarakat bisa agak aman dalam mereka menjalani suatu kegiatan-kegiatan, baik itu untuk perekonomian maupun pertanian,” kata Armia.

Armia menambahkan bahwa dampak serius bencana akhir November lalu juga menyasar sektor pertanian.

Ribuan hektar sawah di Aceh Tamiang tertimbun lumpur, meski sebagian petani tetap berupaya bertahan.

“Karena terus terang saja 8.000 hektar lebih sawah kami semua tertimbun lumpur, tetapi ada petani yang nekat di atas lumpur tersebut dia pun tetap menanam padi. Kita melihat bagaimana hasilnya, insyaallah ini bisa kita upayakan,” pungkasnya.

Tag:  #bupati #aceh #tamiang #sebut #listrik #hingga #sinyal #internet #sudah #menyala

KOMENTAR