Anggota DPR Minta Semua Pihak Waspada Potensi Cuaca Ekstrem pada Akhir Tahun
- Anggota Komisi VII DPR Chusnunia meminta pemerintah maupun wisatawan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada akhir 2025.
Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengidentifikasi empat fenomena atmosfer yang berkonvergensi secara simultan pada akhir tahun.
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem dapat mempengaruhi perputaran ekonomi yang terjadi saat musim liburan Natal dan Tahun Baru 2026.
"Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi momentum libur akhir tahun yang seharusnya membawa berkah ekonomi bagi jutaan pengusaha pariwisata meski demikian tahun ini harus kita hadapi dengan kewaspadaan," ujar Chusnunia lewat keterangan tertulisnya, Selasa (30/12/2025).
Dalam hal ini, pemerintah maupun pengelola wisata diminta untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Mulai dari jalur evakuasi hingga titik kumpul yang berada di lokasi aman.
"Kita harus memastikan di tengah cuaca yang seperti ini tempat-tempat wisata maupun taman rekreasi ini benar-benar siap tidak hanya menyambut wisatawan tapi juga menyiapkan keamanan," ujar Chusnunia.
Di samping itu, masyarakat dan wisatawan juga diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem saat menjalani masa liburan Natal dan Tahun Baru 2026.
"Bagi masyarakat maupun wisatawan untuk terus diimbau agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi serta selalu menjaga lingkungan sekitar dan pastikan selalu mengupdate informasi yang dikeluarkan oleh BMKG," ujar Chusnunia.
"Prinsip utamanya kita harus mengutamakan keselamatan terlebih dahulu, bukan lagi rencana perjalanan wisatanya. Kemungkinan kita masih juga punya waktu untuk mengunjungi di lain waktu atau lain bulan," sambungnya.
Ilustrasi cuaca ekstrem Indonesia.
Antisipasi Cuaca Ekstrem
Sebelumnya, BMKG disebut akan melakukan modifikasi cuaca di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Lampung.
Modifikasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem yang dipicu oleh siklon Bakung, bibit siklon 93S, dan bibit siklon 95S.
Langkah antisipasi tersebut disampaikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
"Operasi modifikasi cuaca kita lakukan untuk mencegah awan-awan hujan mendekati daratan Indonesia. Jadi kalau dia mendekat, nanti awan hujan itu kita semai dengan bahan semai dari NaCl agar dia jatuh di tempat-tempat seperti di perairan, atau di laut, atau di tempat yang tidak berbahaya," ujar Faisal dalam sidang kabinet paripurna, Senin.
"Atau kalau sudah sampai di atas Jakarta, itu kita tebarkan kapur tohor atau CaO, supaya dia terpecah dan tidak terjadi hujan," sambungnya.
Modifikasi cuaca, kata Faisal, mampu menurunkan curah hujan hingga 20–50 persen.
"Jadi ini membantu untuk mengendalikan atau memitigasi bencana-bencana meteorologi yang mungkin diakibatkan oleh cuaca ekstrem," jelas Faisal.
BMKG bersama dengan instansi-instansi terkait akan terus melakukan pemantauan dan antisipasi demi keselamatan masyarakat.
Faisal juga meminta masyarakat waspada, tetapi tetap tenang ketika menghadapi potensi cuaca ekstrem.
"Kami sudah bekerja sama dengan BNPB, BPBD, serta Basarnas. Untuk masyarakat, tetap tenang selama kita dapat memantau kondisi dan selalu bersiap untuk curah hujan tinggi dan gelombang tinggi," ujar Faisal.
Tag: #anggota #minta #semua #pihak #waspada #potensi #cuaca #ekstrem #pada #akhir #tahun