TNI Kerahkan Bantuan Logistik hingga Trauma Healing buat Korban Bencana Sumatera
Panglima TNI Agus Subiyanto menyatakan, TNI telah menggelar berbagai dukungan kemanusiaan untuk membantu korban pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dukungan tersebut meliputi pendirian dapur lapangan, pos kesehatan, pembangunan fasilitas sanitasi, hingga penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.
“Dukungan TNI lainnya yang sudah tergelar yaitu dapur lapangan, 25 dapur lapangan kemudian pembuatan sumur bor 124 sumur sudah bisa digunakan, kemudian 42 pos kesehatan sudah tergelar dan 186 MCK sudah dibangun,” kata Agus dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Penanganan Pascabencana di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (29/12/2025).
Selain itu, Agus menyebutkan TNI juga terus melakukan evakuasi medis, distribusi logistik, serta pendampingan psikososial bagi korban bencana.
“Kemudian penyiapan air bersih, melakukan evakuasi medis, distribusi logistik terus dilakukan dan trauma healing,” kata dia.
Pengerahan Alutsista
Agus menambahkan bahwa TNI juga mengerahkan 89 unit alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mendukung penanganan pascabencana di Sumatera.
Alutsista tersebut terdiri dari pesawat, helikopter, hingga kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang difungsikan untuk distribusi logistik, evakuasi, dan dukungan medis.
Ia mengatakan, hingga saat ini alutsista TNI tersebut terus digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan ke wilayah terdampak.
“Sampai dengan saat ini terus melakukan dukungan bantuan logistik melalui airdrop ataupun airlanded,” ucapnya.
Selain itu, Agus menyebut KRI juga membawa berbagai dukungan lain, baik peralatan maupun sumber daya manusia, untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
“KRI membawa dukungan alat berat, kendaraan kesehatan mendukung membawa juga nakes dan membantu kebutuhan lain seperti peralatan PLN, bahan pangan, genset, dan sebagainya,” kata dia.
Distribusi Logistik
Dalam kesempatan yang sama, Agus mengungkapkan TNI juga telah mendistribusikan 2.699,53 ton logistik untuk penanganan pascabencana di tiga provinsi tersebut.
Distribusi logistik dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat guna memastikan bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak.
“Adapun logistik yang sudah didistribusikan sejumlah 2.699,53 ton yaitu melalui angkatan udara, dan airdrop dan melalui KRI dan kapal ADRI dan bantuan melalui jalur darat,” kata Agus.
Tag: #kerahkan #bantuan #logistik #hingga #trauma #healing #buat #korban #bencana #sumatera