3 Hal yang Disampaikan Gus Yahya Saat Hadir di Musyawarah Kubro Lirboyo
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (tengah) saat konferensi pers di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).(KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)
19:06
24 Desember 2025

3 Hal yang Disampaikan Gus Yahya Saat Hadir di Musyawarah Kubro Lirboyo

- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan, ada tiga hal yang ia sampaikan saat menghadiri Musyawarah Kubro di Lirboyo, Jawa Timur, Minggu (21/12/2025) yang membahas konflik dualisme kepemimpinan di tubuh PBNU.

"Bukan soal saya harus kekeh tidak rela kehilangan jabatan atau apa. Tapi saya dalam posisi menjaga tiga hak." kata Yahya mengulang ucapannya dalam konferensi pers yang digelar di Kantor PBNU Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).

Berikut adalah tiga hal yang disampaikan Yahya di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Minggu (21/12/2025).

Hak untuk mendapat perlakuan adil

Hak yang pertama adalah hak dirinya pribadi yang harus mendapat perlakuan yang adil.

Yahya tak keberatan dituduh melanggar apapun, termasuk soal mengundang tokoh zionis seperti kesimpulan dari Rapat Harian Syuriyah.

Namun yang Yahya sayangkan adalah, forum tuduhan itu tidak menghadirkan dirinya untuk memberikan klarifikasi.

"Ini adalah perlakuan jelas perlakuan yang tidak adil," kata Yahya.

Hak wibawa ulama 

Kemudian hak yang kedua, Yahya mengatakan ada hak wibawa para ulama yang harus dijaga, karena forum yang memberikan keputusan ia harus diberhentikan adalah forum ulama.

"Kalau kemudian Forum Syuriyah itu membuat keputusan dengan cara yang tidak adil, lalu ada persepsi seolah-olah cara seperti itu dibenarkan oleh syariat. Karena yang melakukan adalah Ulama-ulama. Nah ini tentu luar biasa berbahaya kalau kemudian orang menganggap bahwa kalau begitu main begini ini boleh secara syariat misalnya, itu ndak bisa," imbuhnya.

Hak organisasi

Ketiga, dia merasa harus menjaga hak organisasi yang ia pimpin.

Menurut Yahya, tak seharusnya tatanan organisasi dan anggaran dasar/anggaran rumah tangga diterobos begitu saja untuk kepentingan tertentu.

Dia menjelaskan, setiap konflik internal dan perbedaan pendapat telah diatur, termasuk untuk memberhentikan ketua umum yang telah diatur lewat muktamar.

"Ini adalah hak organisasi. Karena kalau tanpa mengikuti tatanan organisasi yang benar, maka keberadaan organisasi ini jadi sia-sia. 100 tahun sejarah NU ini menjadi sia-sia kalau tatanannya diabaikan," ucapnya.


Sebab itu, Yahya menghormati dan siap menjalani keputusan Musyawarah Kubro yang meminta agar ia dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar memperbaiki hubungan kembali atau islah.

Sebagai informasi, saat ini PBNU di tengah krisis dualisme kepemimpinan setelah Rais Aam PBNU memberhentikan Yahya setelah adanya hasil rapat Rais Syuriyah PBNU yang menyatakan Yahya melanggar peraturan perkumpulan.

Konflik tersebut beredar bebas pada 20 November 2025, dan menjadi dasar Rais Aam menunjuk Penjabat Ketua Umum PBNU yang baru.

Namun Yahya menolak dan menegaskan, dirinya dipilih lewat muktamar dan forum tertinggi atau yang setara dengan muktamar lah yang bisa melakukan impeacement atas dirinya.

Tag:  #yang #disampaikan #yahya #saat #hadir #musyawarah #kubro #lirboyo

KOMENTAR