Bukti Loyalitas Benjamin Mora! Kandidat Pelatih Persebaya Surabaya Sering Bagikan USD 300 untuk Pencetak Gol
Benjamin Mora membagikan USD 300 ke pemainnya yang cetak gol. (Dok. Luna Cocca)
10:08
18 Desember 2025

Bukti Loyalitas Benjamin Mora! Kandidat Pelatih Persebaya Surabaya Sering Bagikan USD 300 untuk Pencetak Gol

— Bukti loyalitas Benjamin Mora kembali mencuri perhatian setelah namanya disebut sebagai kandidat kuat pelatih Persebaya Surabaya. Sosok asal Meksiko ini dikenal punya cara unik membangun kepercayaan pemain, salah satunya dengan rutin membagikan USD 300 bagi pencetak gol.

Cerita menarik tersebut mencuat kuat sepanjang 2024 lalu saat Mora menangani York United FC di Liga Utama Kanada dikutip dari media Meksiko, Ole.

Metode sederhana itu bukan sekadar gimmick, melainkan alat motivasi yang langsung berdampak di lapangan.

Selama enam pertandingan bersama York United, Mora mencatat empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Produktivitas tim melonjak dengan 10 gol tercipta dan hanya enam kali kebobolan.

Insentif USD 300 per gol menjadi simbol bagaimana Mora menghargai keberanian pemain dalam mengambil keputusan krusial. Baginya, gol bukan hanya soal statistik, tetapi bentuk tanggung jawab yang layak diapresiasi.

Pendekatan tersebut memperlihatkan loyalitas Mora kepada anak asuhnya, terutama dalam momen kompetitif. Ia ingin pemain merasakan kehadiran pelatih bukan hanya sebagai taktisi, tetapi juga pendukung moral.

Karakter eksentrik Mora sudah terbentuk sejak lama, jauh sebelum namanya dikenal di Asia. Ia pernah tampil di Big Brother musim ketiga pada 2005, pengalaman yang membentuk kepercayaan dirinya di ruang publik.

Latar belakang keluarganya pun unik, dengan ayah seorang promotor gulat dan ibu mantan atlet voli tim nasional Meksiko. Lingkungan itu menempa Mora menjadi figur penuh energi dan berani tampil berbeda.

Karier kepelatihannya dimulai di Meksiko saat menangani Atlético Chiapas pada 2013. Setelah itu, ia menimba ilmu sebagai asisten pelatih di Querétaro, Atlante, dan Cafetaleros de Tapachula.

Langkah besar Mora terjadi ketika ia menerima tantangan melatih Johor Darul Ta’zim II di Malaysia. Kepercayaan manajemen membuatnya promosi menangani tim utama JDT dalam dua periode berbeda.

Bersama Johor Darul Ta’zim, Mora menjelma menjadi salah satu pelatih tersukses di Asia Tenggara. Ia mencatat 62 kemenangan dari 85 laga dan mempersembahkan sembilan gelar domestik.

Dominasi JDT di bawah Mora terlihat dari empat gelar Liga Super Malaysia dan empat Piala Super Malaysia. Satu gelar FA Cup Malaysia melengkapi periode emasnya bersama klub tersebut.

Perjalanan manis itu berakhir pada Juli 2022 ketika Mora memutuskan mundur karena alasan keluarga. Keputusan tersebut ia sampaikan dengan nada emosional dan penuh tanggung jawab.

“Keputusan ini tidak mudah, tapi keluarga selalu menjadi prioritas utama saya,” ungkap Mora kala itu. Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi personal yang kuat dalam setiap langkah kariernya.

Mora kemudian pulang ke Meksiko dan menerima tantangan melatih Atlas FC pada Oktober 2022. Ekspektasi tinggi menyertainya, namun hasil di Liga MX tak sepenuhnya memuaskan.

Dalam 41 pertandingan bersama Atlas, Mora mencatat 13 kemenangan, 14 imbang, dan 14 kekalahan. Hasil itu membuat masa jabatannya berakhir pada Oktober 2023.

Petualangan singkatnya di Kanada bersama York United justru kembali menegaskan reputasinya sebagai motivator. Metode bonus gol USD 300 menjadi cerita yang terus dikenang pemain.

Pendekatan tersebut terbukti efektif membangun kepercayaan diri tim dalam waktu singkat. Mora menilai motivasi personal sering kali menjadi pembeda dalam pertandingan ketat.

Kini, rumor kedatangan Benjamin Mora ke Persebaya Surabaya mulai menguat. Isu tersebut pertama kali diungkap akun Instagram @gossindo pada 14 Desember 2025.

“RUMOR: Benjamin Mora On Persebaya Surabaya,” tulis akun tersebut dalam unggahannya. Kabar itu langsung memantik antusiasme Bonek dan Bonita.

Rumor semakin kencang setelah Mora resmi berpisah dengan Querétaro FC pada 18 November 2025. Ia mengumumkan kepergiannya lewat unggahan singkat di media sosial.

“Gracias Querétaro,” tulis Mora melalui akun Instagram pribadinya, @misterbenjaminmora. Ungkapan singkat itu menandai statusnya sebagai pelatih bebas kontrak.

Dengan kondisi tersebut, peluang Persebaya Surabaya merekrut Mora terbuka lebar. Klub hanya perlu menyodorkan kesepakatan gaji dan durasi kontrak yang sesuai.

Mora lahir di Mexico City pada 25 Juni 1979 dan mengantongi Lisensi Pro UEFA. Formasi favorit 4-3-3 menyerang dinilai cocok dengan karakter permainan Persebaya Surabaya.

Statistik kepelatihannya menunjukkan kontras tajam antara Asia dan Amerika. Di Liga Super Malaysia, ia mencatat 44 kemenangan dari 56 laga.

Pengalaman internasionalnya meliputi AFC Champions League hingga CONCACAF Champions Cup. Modal tersebut menjadi nilai tambah untuk menghadapi atmosfer kompetitif Liga 1.

Lebih dari sekadar taktik, loyalitas Mora kepada pemain menjadi daya tarik utama. Bonus USD 300 untuk pencetak gol menjadi bukti nyata bagaimana ia menghargai setiap usaha di lapangan.

Jika benar berlabuh di Surabaya, Benjamin Mora membawa harapan dan cerita segar. Persebaya Surabaya bukan hanya mendapat pelatih, tetapi pemimpin yang tahu cara memanusiakan pemain.

Editor: Hendra Eka

Tag:  #bukti #loyalitas #benjamin #mora #kandidat #pelatih #persebaya #surabaya #sering #bagikan #untuk #pencetak

KOMENTAR