Ingin Punya Mental Tangguh? Lakukan 8 Kebiasaan Kecil Ini Menurut Psikologi, Cek Penjelasannya!
Kebiasaan mental tangguh menurut Psikologi. (Foto : Freepik)
13:36
22 November 2024

Ingin Punya Mental Tangguh? Lakukan 8 Kebiasaan Kecil Ini Menurut Psikologi, Cek Penjelasannya!

– Membangun mental yang tangguh tidak selalu memerlukan perubahan besar dalam hidup, namun terkadang, kebiasaan kecil yang konsisten justru memberikan pengaruh besar.

Psikologi menunjukkan bahwa menjalankan kebiasaan sederhana dapat memperkuat daya tahan diri, mental, terhadap stres dan tantangan, sehingga kamu lebih siap dan tangguh menghadapi apa pun yang datang.

Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (22/11), diterangkan bahwa terdapat delapan kebiasaan kecil yang dapat menjadikan kamu punya mental yang tangguh menurut Psikologi.

1. Meditasi kesadaran diri

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, meditasi kesadaran diri menjadi semacam olahraga untuk pikiran yang efeknya luar biasa. Kegiatan sederhana ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan memori, konsentrasi, dan bahkan kecerdasan emosional seseorang secara signifikan.

Meski terdengar sederhana, praktik duduk tenang sambil fokus pada nafas selama beberapa menit sehari ini memberikan dampak yang mendalam pada kemampuan otak untuk mengelola tekanan. Yang menarik, kamu bisa memulainya hanya dengan 5 menit sehari, karena konsistensi lebih penting daripada durasi.

2. Afirmasi positif

Mungkin terdengar konyol berbicara hal-hal positif di depan cermin, tapi metode ini memiliki dasar ilmiah yang kuat. Dengan mengucapkan kalimat seperti “Aku mampu menghadapi ini” atau “Aku bisa mengatasi apapun yang terjadi” secara rutin, kita sebenarnya sedang memprogram ulang pola pikir negatif yang sering menghambat.

Kekuatan afirmasi terletak pada pengulangan konsisten yang akhirnya membentuk keyakinan baru yang lebih konstruktif. Penggunaan afirmasi bukanlah tentang mengabaikan masalah, melainkan memperkuat keyakinan bahwa kita memiliki kapasitas untuk mengatasinya.

3. Olahraga teratur

Gerakan fisik ternyata memiliki dampak luar biasa pada kondisi pikiran kita. Riset dari Harvard University mengungkapkan bahwa berlari selama 15 menit atau berjalan kaki selama satu jam dapat menurunkan risiko depresi hingga 26%. Ketika berolahraga, tubuh melepaskan endorfin yang tidak hanya menciptakan perasaan bahagia tetapi juga membantu mengatasi kecemasan.

Selain itu, aktivitas fisik rutin membuat kita lebih tangguh menghadapi tantangan sehari-hari.

4. Menerima tantangan

Memandang tantangan sebagai peluang pertumbuhan, bukan ancaman, adalah kunci untuk memperkuat ketahanan diri. Setiap kali kita menghadapi tantangan secara langsung, kita sebenarnya sedang melatih kemampuan pemecahan masalah dan membangun ketangguhan, seperti melatih otot yang semakin kuat setiap kali digunakan.

Meski mungkin ada kegagalan dalam prosesnya, setiap tantangan adalah kesempatan untuk bangkit lebih kuat. Tantangan bukan lagi menjadi momok yang menakutkan, tapi justru menjadi tangga untuk mencapai versi terbaik dari diri kita.

5. Mengembangkan rasa syukur

Dalam rutinitas yang sibuk, kita sering melupakan hal-hal baik yang kita miliki. Rasa syukur bukan sekadar mengucapkan terima kasih, tapi merupakan apresiasi mendalam terhadap orang-orang dan hal-hal di sekitar kita.

Mempraktikkan rasa syukur secara rutin dapat mengubah fokus kita dari apa yang kurang menjadi apa yang sudah kita miliki, menciptakan pandangan yang lebih positif terhadap kehidupan.

6. Merangkul kerentanan

Kerentanan sering dianggap sebagai kelemahan, padahal justru sebaliknya. Berani menunjukkan diri apa adanya, termasuk saat mengalami kesulitan atau rasa sakit, adalah tanda kekuatan sejati.

Seperti yang diungkapkan peneliti terkenal Brené Brown, kerentanan bukan tentang menang atau kalah, tapi tentang keberanian untuk tampil dan dilihat ketika kita tidak bisa mengontrol hasilnya.

7. Membatasi penggunaan layar digital

Di era serba digital ini, ketergantungan pada gadget sering kali tak terhindarkan. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan layar digital berlebihan dengan penurunan kesehatan jiwa.

Dampaknya tidak hanya pada waktu yang terbuang, tetapi juga pada kualitas tidur, hubungan sosial, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

8. Mengembangkan welas asih pada diri

Welas asih terhadap diri sendiri berarti memperlakukan diri dengan kebaikan dan pengertian yang sama seperti ketika kita memperlakukan seorang teman. Sikap ini menciptakan ruang yang aman untuk bertumbuh dan berkembang, tanpa tekanan untuk menjadi sempurna.

Ketika kita belajar untuk lebih lembut pada diri sendiri, kita justru menciptakan fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi berbagai tantangan.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #ingin #punya #mental #tangguh #lakukan #kebiasaan #kecil #menurut #psikologi #penjelasannya

KOMENTAR